Breaking News:

Berita Bantul Hari Ini

La Nina Tak Surutkan Nelayan Melaut, Asal Tidak Disertai Angin Kencang

Fenomena La Nina disebut tak berpengaruh banyak selama tidak disertai dengan angin yang kencang.

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Bantul 

TRIBUNJOGJA.COM - BMKG memprediksi wilayah DIY diterpa La Nina yang menyebabkan peningkatan intensitas curah hujan mulai akhir Oktober hingga Februari 2022 mendatang.

Namun keadaan ini ternyata tak mempengaruhi nelayan untuk melaut selama tidak ada angin kencang.

Seorang nelayan Pantai Samas, Tri Jarwanto mengatakan fenomena La Nina sebenarnya tak berpengaruh banyak selama tidak disertai dengan angin yang kencang.

Seperti diketahui, angin kencang bisa menyebabkan gelombang tinggi yang membuat nelayan libur melaut.

Baca juga: Pemkab Bantul Akan Membentuk Dinas Perikanan dan Kelautan Agar Fokus Melayani Nelayan

Sementara jika hanya kondisi hujan, hal itu justru banyak diinginkan oleh nelayan karena banyak ikan yang akan muncul dan terjaring nelayan.

"Hanya angin saja musuh utama nelayan. Saat hujan lebat tetap saja nelayan bisa melaut bahkan tangkapan lebih banyak," ungkapnya, Rabu (3/11/2021).

Ia mengungkapkan bahwa setiap awal musim hujan nelayan di Pantai Samas dan pantai selatan Yogyakarta dipastikan mulai melaut. 

Karena pada saat musim penghujan, ikan akan berada di pinggiran dan menjadi buruan nelayan.

"Apalagi perahu yang digunakan hanya perahu tempel yang hanya beroperasi beberapa kilometer dari bibir pantai," imbuhnya.

Baca juga: 41 Nelayan di Bantul Terima Pas Kecil

Namun demikian, ia mengatakan bahwa tangkapan di awal penghujan seperti saat ini tidak begitu banyak jika dibandingkan tangkapan saat puncak musim penghujan atau sekitar Januari hingga Maret.

Dalam kondisi ini, nelayan biasanya paling banyak menangkap ikan layur, tengiri dan beberapa jenis ikan lain yang harganya tak begitu tinggi di pasaran.  

Meski belum sesuai harapan, namun nelayan memutuskan untuk tetap melaut dengan harapan mendapatkan ikan yang diburu sesuai dengan alat tangkap yang dibawanya.

"Kadang dapat tangkapan banyak kadang tangkapan sedikit hasilnya. Ya impas lah tidak rugi," tambahnya.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved