Hasil Penelitian Terbaru, Antibodi Alami Covid-19 Bisa Bertahan hingga 10 Bulan, Ini Cara Kerjanya
Selama ini memang belum ada yang dapat memastikan hingga berapa lama antibodi Covid-19 bertahan dalam tubuh penyintas.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
Hasil penelitian ini menunjukkan, antibodi dari varian baru (alpha, beta, atau delta) sangat unik dan ada perbedaan satu sama lain.
Artinya, jika ada vaksin khusus yang dirancang untuk varian baru tersebut, kemungkinan itu kurang efektif untuk varian lain.
Baca juga: Singapura Alami Lonjakan Kasus Covid-19 Terburuk, Catatan Rekor Kasus Harian Tertinggi Tembus 5000
Baca juga: Indonesia Masuk Zona Hijau Covid-19 di Dunia, Ini Penjelasan Jubir Pemerintah
Namun di sisi lain, vaksin Covid-19 yang ada sekarang - yang dirancang berdasarkan varian asli SARS-CoV-2 - tetap mampu memberikan perlindungan terbaik terhadap semua varian.
Oleh karena itu, ini harus digunakan untuk program vaksinasi.
Penelitian ini merupakan lanjutan dari penelitian sebelumnya, yang juga dipimpin oleh Dr Katie Doores, yang mengamati respons antibodi Covid-19 dalam waktu tiga bulan.
"Penelitian ini terjadi karena kolaborasi erat dengan rekan klinis di Rumah Sakit St Thomas yang mampu mengurutkan virus yang menginfeksi pasien yang dirawat di rumah sakit," kata Dr Katie Doores.
( kompas.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/varian-baru-virus-corona.jpg)