Breaking News:

Update Berita Gunung Merapi

Update Gunung Merapi 28 Oktober 2021, Terjadi 3 Kali Guguran Lava Pijar Pagi Ini

Sejak pukul 00.00-06.00 WIB, teramati 3 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur  maksimum 1000 meter ke arah barat daya.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
dok BPPTKG
Tangkapan CCTV Gunung Merapi Jumat (8/10/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi (2.968 mdpl) yang berada di perbatasan DIY dan Jawa Tengah masih terus menunjukkan aktivitas erupsi dan mengeluarkan guguran lava pijar hingga pagi ini, Kamis (28/10/2021).

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, menyampaikan pada periode pengamatan pagi ini pukul 00.00-06.00 WIB, teramati 3 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur  maksimum 1000 meter ke arah barat daya.

"Gunung teramati jelas. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan ketinggian 100 meter di atas puncak kawah. Periode pengamatan pagi ini 3 kali guguran lava pijar," katanya.

Baca juga: Pagi Ini, Aktivitas Gunung Merapi Landai, Tidak Ada Guguran Lava Pijar dan Awan Panas

Pada periode ini, cuaca di gunung Merapi cerah dan berawan.

Angin bertiup lemah ke arah Barat, dengan suhu udara 14-22°C, kelembaban udara 71-97 persen.

Aktivitas kegempaan yang terjadi di antaranya 41 gempa guguran, dan hanya 7 kali gempa hembusan.

Hanik menyampaikan, Gunung Merapi sampai saat ini masih berstatus siaga (level III).

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km.

Baca juga: UPDATE Gunung Merapi Pagi Ini, Aktivitas Landai, Tidak Ada Guguran Lava Pijar Maupun Awan Panas

"Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi," ungkap Hanik.

Ia menambahkan, penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam kawasan rawan bencana (KRB) III direkomendasikan untuk dihentikan.

Selain itu, pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.

"Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali," tutup Hanik.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved