Kisah Inspiratif
Emak-Emak di Glodogan Klaten Bikin Olahan Jamur Tiram Beromzet Puluhan Juta
Usaha membuat makanan berbahan jamur tiram sudah dirintis sejak Desember 2018 lalu dan kini berhasil mendatangkan omzet Rp 20 juta per bulan.
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Usaha konveksi yang telah ditekuni oleh Winarni (39) dan para tetangganya sejak beberapa tahun belakangan kolaps dihantam pandemi Covid-19.
Tak mau menyerah dengan keadaan, Winarni dan sejumlah emak-emak yang berada di Dukuh Padangan, Desa Glodogan, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah memutar otak untuk membuat usaha baru.
Pilihan kemudian jatuh untuk membuat makanan olahan dari Jamur Tiram yang banyak dibudidayakan oleh warga sekitar.
Usaha itu kemudian berhasil mendatangkan omzet Rp 20 juta per bulan.
Winarni bercerita, pada awalnya usaha membuat makanan berbahan Jamur Tiram itu sudah dirintis sejak Desember 2018 lalu.
Baca juga: KREATIF, Tujuh Seniman Muda Klaten Ubah 1,5 Ton Barang Rongsokan Jadi Karya Instalasi
Namun saat itu dirinya dan para tetangganya yang tergabung dalam kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) Cempaka itu belum terlalu serius menggarap produk olahan jamur tersebut.
"Hal itu karena penghasilan utama masih dari usaha konveksi jadi pada awal-awal masih belum serius.
Saat pandemi awal 2020 dan usaha konveksi terdampak, kami baru mulai serius hingga sekarang," ujarnya saat berbincang dengan Tribunjogja.com di Omah Jamur desa tersebut, Rabu (27/10/2021) sore.
Produk olahan jamur tiram itu, lanjut Winarni ia buat menjadi tiga turunan, mulai dari jamur tiram krispi, jamur tiram segar hingga rambak jamur tiram.
"Namun yang paling laris itu jamur tiram krispi yang kita buat lagi menjadi beberapa varian rasa," urai Winarni yang menjabat pemimpin produksi produk olahan Jamur Tiram itu.
Adapun beberapa varian rasa jamur tiram krispi itu yakni, jamur tiram krispi original, jamur tiram krispi pedas serta jamur tiram krispi balado.
Selama pandemi, lanjut Winarni usaha Jamur Tiram yang mengusung brand jamur krispi Cahaya Mulya itu laris manis di pasaran.
Baca juga: Olah Buah Pepaya Jadi Nugget, Ibu-Ibu di Prambanan Klaten Raup Cuan Rp 7 Juta Per Bulan
Bahkan usaha nya itu berhasil menembus 50 toko minimarket berjejaring di Kabupaten Klaten.
Selain itu, untuk pemesanan via daring baik dari dalam kota hingga luar kota seperti Yogyakarta dan Solo juga banyak diterima oleh pihaknya.
Tak hanya itu, jamur tiram olahannya juga mulai merambah beberapa negara seperti Malaysia dan Taiwan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/emak-emak-di-glodogan-klaten-bikin-olahan-jamur-tiram-beromzet-puluhan-juta.jpg)