Breaking News:

KREATIF, Tujuh Seniman Muda Klaten Ubah 1,5 Ton Barang Rongsokan Jadi Karya Instalasi

Tujuh seniman muda Kabupaten Klaten, Jawa Tengah menampilan karya instalasi yang terbuat dari barang rongsokan dan kayu bekas

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Almurfi Syofyan
Kepala Disparbudpora Klaten Sri Nugroho saat membuka selubung karya instalasi pada pameran Art Klat di Desa Belang Wetan, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten, Rabu (27/10/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Tujuh seniman muda Kabupaten Klaten, Jawa Tengah menampilan karya instalasi yang terbuat dari barang rongsokan dan kayu bekas pada pameran Art Klat di Desa Belang Wetan, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rabu (27/10/2021).

Pameran Art Klat itu menampilkan karya dari Temanku Lima Benua bersama dengan Syahrul Efendi, Alvian Syahputra, Joko Wiyono, Agung Suryanto, Dedek Frigga dan Totok Krebo serta didukung oleh warga lingkungan sekitar.

"Jadi ini terdapat total 93 karya instalasi yang ditampilkan oleh tujuh seniman muda Klaten yang bertemakan Sumpah Pemuda ke-93 tahun 2021," ujar Perwakilan Tujuh seniman muda tersebut, Temanku Lima Benua saat TribunJogja.com, temui di sela-sela pameran, Rabu (27/10/2021).

Baca juga: Guru dan Siswa SMKN 1 Sedayu Tertular Covid-19 Saat PTM, Disdikpora DIY Evaluasi Prokes

Menurut Liben, 93 karya instalasi itu dibuat dari barang rongsokan seberat 1,5 ton. Adapun karya instalasi itu berbentuk hewan seperti burung, serangga hingga binatang lainnya.

Barang-barang rongsokan itu ia kumpulkan dari para pengepul barang rongsokan yang ada di Kabupaten Klaten sejak beberapa waktu belakangan.

Diakui Liben, persiapan untuk membuat karya instalasi itu dilakukan sejak 11 Oktober 2021.

"Setiap hari kita bisa buat karya hingga 7 buah hingga akhirnya terbuat sebanyak 93 buah," ucapnya.

Menurutnya, ia sengaja mengambil momentum Sumpah Pemuda pada pameran kali ini karena sumpah pemuda adalah peristiwa yang memberikan banyak pelajaran bangsa Indonesia.

"Dahulu bangsa kita hidup sebagai bangsa yang terjajah, sehingga membuat pemuda berpikir dan bergerak secara visioner untuk meraih kemerdekaan. Bagaimana saat ini kita sebagai anak muda menjiwai dan meneladani semangat pemuda pada masa penjajahan," ucapnya.

Ia berharap, dengan kegiatan Art Klat yang pertama ini, pemudi dan pemuda Klaten terus bergerak dan terus berkarya untuk menggali potensi diri.

Baca juga: Terancam Digusur, Camat Mergangsan: Lapak di Bantaran Kali Code Brontokusuman Tak Berizin

"Kita sebagai pemudi dan pemuda mengambil hikmat dari peristiwa sumpah pemuda, yaitu bagaimana memperkuat karakter bangsa pada diri kita," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Budaya dan Pemuda Olahraga (Disparbudpora) Klaten, Sri Nugroho mengatakan jika pihaknya mengapresiasi semangat para tujuh seniman muda Klaten tersebut.

"Kita apresiasi ini sebagai bentuk terobosan baru pada dunia seni di Klaten. Kita harap Art Klat ini bisa terus berlangsung setiap tahunya," ucapnya. (Mur)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved