Breaking News:

Permudah Layanan Pajak, Pemkab Gunungkidul Luncurkan Aplikasi SIPAPAH

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Pengelolaan Pajak Daerah (SIPAPAH) pada Rabu (27/10/2021).

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Pengelolaan Pajak Daerah (SIPAPAH) pada Rabu (27/10/2021).

Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) pun ditunjuk sebagai instansi yang menangani aplikasi tersebut.

Kepala BKAD Gunungkidul Saptoyo menjelaskan SIPAPAH merupakan aplikasi yang dikembangkan untuk peningkatan layanan bagi wajib pajak.

"Kami kembangkan terutama untuk memudahkan wajib pajak saat membutuhkan layanan," jelasnya di Kompleks Taman Budaya Gunungkidul, Logandeng, Playen.

Baca juga: Sebanyak 35 Objek Diduga Cagar Budaya di Klaten Dievakuasi ke Monumen Juang

Menurut Saptoyo, selama ini wajib pajak mengalami kendala seperti saat akan mengurus Surat Pemberitahuan Pajak Terutang, Pajak Bumi dan Bangunan (SPPT PBB). Antara lain dalam melakukan perbaikan data.

Selama ini, wajib pajak sampai harus datang ke kantor BKAD Gunungkidul hanya untuk mengurusnya. Hal itu dinilai kurang efisien, terutama bagi wajib pajak yang tinggal jauh dari pusat kota Wonosari.

"Makanya kami kembangkan aplikasi SIPAPAH ini, agar warga bisa mengurus segala urusan perpajakan di situ," kata Saptoyo.

Aplikasi yang berjalan di sistem Android ini tak hanya bisa mengurus perubahan data. Tapi juga menginformasikan bagaimana proses layanan hingga status kepemilikan tanah yang sudah berpindah tangan.

Saptoyo mengakui bahwa sinyal internet masih jadi kendala dalam penggunaan SIPAPAH. Ia memastikan akan terus berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) untuk mengatasi kendala tersebut.

"Terlepas dari itu, wajib pajak bisa memanfaatkan sinyal internet yang sudah tersedia di tiap balai kalurahan untuk menggunakan aplikasi ini," katanya.

Baca juga: Tangkal Hoax dan Politik Uang, KPU DIY Kukuhkan Kader Kelurahan Peduli Pemilu Notoprajan 

Bupati Gunungkidul Sunaryanta optimistis aplikasi SIPAPAH akan mampu berkontribusi dalam peningkatan perolehan pajak. Terutama kaitannya dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pasalnya, kontribusi PAD terhadap APBD Gunungkidul masih terbilang rendah, hanya sekitar 12 persen. Pemkab pun masih bergantung dengan dana transfer dari pusat untuk memenuhi kebutuhan.

"Saya harap perolehan pajak bisa meningkat ke depan, sehingga berdampak pada PAD sekaligus mengurangi ketergantungan pada pusat," ujar Sunaryanta. (alx)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved