Breaking News:

MITOS GUNUNG MERAPI : Ini 10 Sosok Lelembut Penunggu Kerajaan Merapi

Masyarakat percaya bahwa Gunung Merapi memiliki penunggu yang mendiami Istana Lelembut Merapi. Mitos ini berkembang hingga kini lewat kearifan lokal

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA/ Setya Krisna Sumargo
ILUSTRASI Awan Panas Merapi. Foto diambil pada Rabu (27/1/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM - Bagi sebagian orang, Gunung Merapi dianggap memiliki kekuatan magis. Bahkan Gunung Merapi memiliki posisi sentral dalam kaitannya dengan garis imajiner antara Laut Selatan, Keraton Yogyakarta, dan berakhir di Gunung Merapi. Kepercayaan terkait mitos ini, sudah ada sejak zaman dulu. Dan masih lestari hingga sekarang.

Anda boleh percaya, boleh juga tidak.

Namun mitos-mitos itu tumbuh dan terpelihara lewat kearifan lokal dalam balutan kebudayaan warga yang ternyata memiliki nilai-nilai positif di masa kekinian.

Semisal kepercayaan adanya Kerajaaan Lelembut Merapi.

Di tempat itu, ada sejumlah pantangan yang tak boleh dilanggar. Semisal pantangan menebang pohon, pantangan berbicara kasar, pantangan buang air kecil sembarangan, pantangan memindahkan benda-benda, dan pantangan merusak alam. Tentu saja, hal itu selaras dengan upaya pelestarian alam.

Gunung Merapi dilihat dari aliran Kaliworo, Balerante, Klaten beberapa waktu lalu.
Gunung Merapi dilihat dari aliran Kaliworo, Balerante, Klaten beberapa waktu lalu. (TRIBUNJOGJA/ALMURFI SYOFYAN)

Baca juga: MITOS GUNUNG MERAPI : Ada Istana Makhluk Halus, Inilah Tempat-tempat Paling Angker di Merapi

Selain kepercayaan akan adanya Kerajaan Lelembut Merapi, dalam mitos itu juga dipercaya adanya sosok-sosok sentral penunggu di Merapi.

Yang paling terkenal, yakni keberadaan Mbah Petruk.

Setiap kali Gunung Merapi menunjukkan peningkatan aktivitas, warga kerap kali menghubungkannya dengan kemunculan Mbah Petruk yang bertugas memberitahu warga akan adanya bahaya dari Merapi yang sedang 'Nduwe Gawe'.

Mbah Petruk menurut warga bertugas memberikan peringatan serta memberitahu apa saja yang harus dilakukan untuk menyelamatkan diri saat Merapi mulai menggeliat.

Menurut cerita rakyat, kedatangan Mbah Petruk ditandai dengan suara seperti terompet, yang dalam pandangan warga yakni menggambarkan suara-suara aktivitas di perut Gunung Merapi.

Visual Gunung Merapi, Kamis (1/7/2021)
Visual Gunung Merapi, Kamis (1/7/2021) (Dok BPPTKG)
Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved