Breaking News:

Antisipasi Covid-19 Gelombang Ketiga, Pemkot Magelang Perketat 3T 

Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang perketat 3T yakni pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment) sebagai upaya antisipas

TRIBUNJOGJA.COM/ Nanda Sagita Ginting
Pelaksanaan kegiatan ramah tamah wartawan dengan Pemkot Magelang, Rabu (27/10/2021) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, KOTA MAGELANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang perketat 3T yakni pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment) sebagai upaya antisipasi gelombang ketiga Covid-19.

Wali Kota Magelang dr. Muchamad Nur Aziz menuturkan, masyarakat tidak boleh lengah menerapkan protokol kesehatan di tengah turunnya level PPKM.

"Meskipun, level PPKM di Kota Magelang menjadi level 2. Namun, ancaman gelombang ketiga Covid-19 masih ada. Apalagi, dibebera tempat seperti Jakarta mulai kembali terjadi kenaikan (kasus Covid-19)," terangnya saat acara ramah tamah dengan wartawan di Kebon Semilir, Kota Magelang, Rabu (27/10/2021).

Baca juga: Daihatsu Motor Yogyakarta Kembali Gelar Vaksinasi COVID-19 Dosis Kedua di Gedangsari Gunungkidul

Adapun pengetatan 3T akan dilakukan di lokasi yang rentan terjadi penularan terutama, lokasi wisata dan sekolah yang menggelar pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM).

Pada lokasi wisata, penerapan 3T dilakukan sebelum memasuki destinasi wisata, melalui screening aplikasi PeduliLindungi.

"Sedangkan, di sekolah yang sudah menggelar PTM. Penerapan 3T dilakukan dengan uji sampling secara acak (uji petik) kepada para siswa maupun pengajar. Pelaksanaan uji petik dilakukan setiap seminggu sekali," ungkapnya.

Sementara itu, antisipasi lain ancaman gelombang ketiga Covid-19. Pihaknya, belum memperbolehkan kegiatan besar yang berpotensi kerumunan seperti konser musik.

Bahkan, perayaan tahun baru yang akan dilaksanakan beberapa bulan lagi. Pun, belum berani memberikan izin.

Baca juga: Permudah Layanan Pajak, Pemkab Gunungkidul Luncurkan Aplikasi SIPAPAH

"Kami sangat berhati-hati, karena untuk mencapai level 2 tidak mudah. Sehingga, kegiatan yang dapat memicu pertambahan kasus belum diperbolehkan. Sementara, untuk perayaaan tahun baru tetap melihat perkembangan situasi dan aturan dari pemerintah nantinya," terangnya.

Adapun hingga hari ini, lanjutnya,  penambahan kasus baru di wilayah Kota Magelang tercatat nol kasus.

Diikuti angka kematian yang juga nol kasus. Serta, pasien rawat inap 4 orang dan isolasi mandiri 1 orang.

"Konfimasi kasus baru terus melandai, hingga hari ini tercatat 0 kasus. Harapan kami, capaian ini bisa terus membaik hingga Kota Magelang bisa naik level 1," urainya. (ndg)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved