Apel Kesiapsiagaan Bencana, Wali Kota Magelang Gerakkan Program 'Resik Kali'

Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan terutama aliran sungai merupakan bagian krusial dalam mitigasi bencana.

Penulis: Yuki Pramudya | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja/Yuki Pramudya
Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, memimpin apel Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026 pada Selasa pagi dilanjutkan resik-resik Kali Bening, Cacaban 
Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Kota Magelang menggelar HKB 2026 dan aksi “Resik Kali” sebagai upaya membangun budaya siaga bencana.
  • Wali Kota Damar Prasetyono menekankan pentingnya menjaga kebersihan sungai untuk mencegah banjir dan meningkatkan mitigasi bencana.
  • Masyarakat diajak meningkatkan kesiapsiagaan melalui edukasi, simulasi evakuasi, dan aksi bersama lintas sektor.

 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pemerintah Kota Magelang berkomitmen membangun budaya siaga bencana dengan membuktikannya lewat aksi Apel Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026 yang dilanjutkan gerakan “Resik Kali” di kawasan Kali Bening, Cacaban, Selasa (21/4/2026).

Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono mengungkapkan peringatan HKB tahun ini dirancang bukan hanya sebagai agenda rutin, melainkan momentum membangun kesadaran kolektif.

Implementasi nyata

Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan terutama aliran sungai merupakan bagian krusial dalam mitigasi bencana.

“Ini bukan sekadar peringatan, tapi implementasi nyata. Sungai yang bersih adalah benteng awal mencegah banjir,” tegasnya.

Ia mengingatkan, Kota Magelang memiliki sejumlah potensi bencana seperti banjir, longsor, hingga gempa bumi. Karena itu, kesiapsiagaan harus dimulai dari hal sederhana dan dilakukan secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, masyarakat diajak menerapkan tiga langkah dasar mitigasi: mengenali potensi risiko di sekitar, memahami jalur evakuasi, serta rutin melakukan latihan penyelamatan diri.

Soroti kebiasaan buang sampah sembarangan

Damar juga menyoroti persoalan klasik yang kerap dianggap sepele, yakni kebiasaan membuang sampah sembarangan. Menurutnya, hal kecil ini bisa memicu dampak besar.

“Bencana sering bermula dari kelalaian. Sampah yang menyumbat aliran air bisa menyebabkan banjir saat hujan deras. Menjaga lingkungan berarti menjaga keselamatan,” ujarnya.

Sebagai puncak rangkaian HKB 2026, lanjutnya, masyarakat diimbau berpartisipasi pada 26 April pukul 10.00 WIB dengan membunyikan sirine atau kentongan secara serentak, disertai simulasi evakuasi mandiri di lingkungan masing-masing.

Siap untuk selamat

Sementara itu, Plt Kalak BPBD Kota Magelang, Hadi Sutopo, menyampaikan bahwa HKB tahun ini mengusung tema “Siap untuk Selamat”. Tema tersebut menekankan bahwa kesiapan adalah kunci utama dalam menghadapi potensi bencana.

" Kegiatan ini juga melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI/Polri, para camat dan lurah, relawan kebencanaan, hingga masyarakat. Tak sekadar berkumpul, kegiatan langsung berlanjut dengan aksi bersih-bersih sungai yang diikuti lebih dari 100 personel lintas unsur," Jelas Hadi.

Selain melalui aksi nyata, rangakaian Hari Kesiapsiagaan Bencana juga diisi dengan dengan dialog interaktif di radio lokal bertema “Membangun Kesiapsiagaan Sejak Dini” sebagai bagian dari edukasi publik.

"Melalui kolaborasi lintas sektor dan partisipasi masyarakat, kami berharap kesadaran kolektif semakin kuat. Dari langkah kecil seperti membersihkan sungai, kota ini terus bergerak menuju satu tujuan besar, menjadi kota yang tangguh dan siap menghadapi bencana," pungkasnya.

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved