Warga Mangunan Bantul Gelar Tradisi Kenduri Merti Wono, Jadi Pengingat untuk Menjaga Hutan
Warga di kawasan Hutan Pinus Mangunan menggelar Kenduri Merti Wono pada Jumat (22/8/2021) sore. Rangkaian acara tersebut digelar sebagai perwujudan
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Warga di kawasan Hutan Pinus Mangunan menggelar Kenduri Merti Wono pada Jumat (22/8/2021) sore.
Rangkaian acara tersebut digelar sebagai perwujudan rasa syukur dan harapan agar pandemi Covid-19 dapat segera berakhir.
Tahun ini kenduri juga sekaligus menjadi perayaan karena Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) baru saja memberikan penghargaan Kalpataru kepada perintis dan pengelola kawasan wisata Hutan Pinus Mangunan, Purwo Harsono atau akrab disapa Ipung.
Baca juga: Sopir Mengantuk, Mobil Berisi 7 Penumpang Terlibat Kecelakaan Tunggal di Tepus Gunungkidul
“Penghargaan ini bukan prestasi saya, itu adalah prestasi kerja keras kita semua. Terutama adalah mereka yang telah merawat dan menanam, termasuk yang menjaganya,” ungkapnya.
Ipung menjelaskan, tradisi Kenduri Merti Wono rutin digelar tiap tahun bersama dengan anggota koperasi Noto Wono dan masyarakat sekitar.
Adapun anggota koperasi Noto Wono adalah petani hutan yang dibina untuk menjadi pelaku wisata.
Semua anggota koperasi juga bersama-sama menjaga dan merawat lingkungan.
“Agenda rutin ini diharapkan bisa menjadi pengingat tentang bagaimana kita tetap harus cinta terhadap hutan, melindungi hutan, kemudian melestarikannya demi kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Acara dimulai dengan arak-arakan yang membawa piala Kalpataru beserta hasil bumi menuju Pertapaan Bengkung, petilasan Sultan Agung untuk dilakukan doa bersama.
Tempat ini dipilih karena termasuk hutan purba yang masih alami.
Tanaman yang ada di kawasan ini dijaga kelestariannya sehingga keanekaragamannya lebih banyak daripada di tempat lain.
Selain itu juga menjadi tempat yang cocok untuk memohon kepada tuhan yang maha kuasa.
Acara Kenduri Merti Wono diakhiri dengan menanam pohon Pule di kawasan Hutan Pinus Mangunan.
Selain menanam pohon, anggota Koperasi Merti Wono juga memiliki agenda memupuk dan merawat pohon setiap tahun.
Namun kali ini, lahan yang sedang dikelola sudah hampir penuh dan tidak ada lagi tepat untuk menanam. Sehingga, fokus agenda selanjutnya adalah melakukan pendampingan ke tempat lain.