Perbedaan Vaksin Booster dan Vaksin Dosis Ketiga yang Perlu Anda Ketahui

Vaksin booster dan vaksin dosis ketiga atau dosis tambahan memiliki perbedaan yang mendasar yakni berdasarkan pada tujuan pemberian vaksinnya

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
VeryWellHealth
Ilustrasi vaksin booster 

Untuk individu yang tidak mengalami gangguan kekebalan, dua dosis vaksin primer sudah cukup untuk memberi mereka kekebalan terhadap COVID-19.

Namun lantaran perlindungan mereka terhadap infeksi berkurang seiring waktu, maka vaksin booster mungkin selanjutnya akan direkomendasikan.

Lain halnya dengan individu yang memiliki gangguan kekebalan sedang hingga parah, yang mungkin tidak membangun tingkat kekebalan yang sama dengan satu atau dua dosis vaksin COVID-19.

Maka ini berarti bahwa dosis "tambahan" diperlukan untuk membantu mereka membangun perlindungan yang memadai yakni lewat suntikan vaksin dosis ketiga.

“Dosis tambahan' adalah ungkapan yang tepat karena ini direkomendasikan untuk memastikan mereka mengembangkan kekebalan, [yang merupakan] bagian dari vaksin utama,” kata Martinello.

“Tidak benar jika disebut bahwa dosis ketiga ini digunakan untuk mereka yang mengalami gangguan kekebalan parah sebagai 'dosis penguat' atau vaksin booster, karena penelitian menunjukkan bahwa mereka memerlukan setidaknya tiga dosis vaksin utama untuk mengembangkan kekebalan awal ini," tambahnya.

Senada diungkapkan David Dowdy, MD, ahli epidemiologi di Sekolah Kesehatan Masyarakat Johns Hopkins Bloomberg. Menurut dia, orang dengan sistem kekebalan yang lemah, memerlukan tambahan dosis ketiga [vaksin mRNA].

"Dosis ini dapat diberikan paling cepat satu bulan setelah dosis kedua,” katanya sebagaimana dilansir Very Well Health, (15/10/2021).

Siapakah yang memenuhi syarat mendapatkan vaksin booster?

Vaksin booster Pfizer-BioNTech tersedia untuk individu berikut setidaknya enam bulan setelah dosis kedua:

  • Orang dewasa yang lebih tua berusia 65 tahun ke atas
  • Orang dewasa dengan kondisi medis yang mendasarinya
  • Orang dewasa yang menjalani perawatan jangka panjang
  • Orang dewasa dengan risiko tinggi terpapar COVID-19 karena sifat pekerjaan mereka

Sementara itu, dosis tambahan vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna tersedia setidaknya 28 hari setelah dosis kedua untuk orang-orang dengan gangguan kekebalan sedang atau berat karena hal berikut:

  • Perawatan kanker
  • Asupan obat imunosupresif setelah transplantasi organ atau sel induk
  • Pengobatan aktif dengan obat imunosupresif lain seperti kortikosteroid dosis tinggi
  • Imunodefisiensi primer sedang atau berat seperti sindrom DiGeorge atau sindrom Wiskott-Aldrich
  • Infeksi HIV lanjut atau tidak diobati.

“Jika Anda tidak memiliki masalah dengan kekebalan tubuh dan belum mendapatkan suntikan booster, maka Anda masih termasuk ke dalam kelompok yang sudah divaksinasi lengkap. Namun, jika Anda mengalami gangguan kekebalan, Anda disebut sudah mendapatkan vaksinasi lengkap jika sudah memperoleh dosis ketiga," kata Dowdy. (*/MON)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved