Perbedaan Vaksin Booster dan Vaksin Dosis Ketiga yang Perlu Anda Ketahui
Vaksin booster dan vaksin dosis ketiga atau dosis tambahan memiliki perbedaan yang mendasar yakni berdasarkan pada tujuan pemberian vaksinnya
Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM - Mungkin Anda pernah mendengar istilah vaksin booster, ada juga yang menggunakan istilah dosis tambahan atau dosis ketiga. Sering kali, istilah vaksin booster dan dosis tambahan ini dipertukarkan satu sama lain. Padahal para ahli menyebutkan bahwa kedua istilah ini sebenarnya berbeda.
Perbedaan yang paling mendasar berada pada tujuan suntikan untuk orang yang menerimanya. Inilah cara Anda dapat membedakan keduanya.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam siaran persnya (4/10/2021) memberikan gambaran yang jelas mengenai perbedaan vaksin booster dan vaksin tambahan atau dosis ketiga.
Menurut WHO, vaksin booster diberikan kepada mereka yang sudah menjalani vaksinasi lengkap dari rangkaian dua kali vaksin primer. Namun seiring perjalanan waktu, sistem kekebalan tubuh mungkin menurun. Maka vaksin booster diberikan untuk mengembalikan efektivitas vaksin yang dianggap sudah tidak mencukupi lagi.
Sedangkan dosis tambahan atau dosis ketiga merupakan bagian dari rangkaian vaksinasi primer yang diperuntukkan bagi orang yang mengalami masalah dengan sistem kekebalan tubuh.
Penerima vaksin ini memiliki tingkat respon imun yang tidak maksimal hanya dengan dua kali suntikan vaksin. Oleh sebab itu, diperlukan dosis tambahan dari rangkaian vaksin primer.
Dosis tambahan atau dosis ketiga ini diberikan untuk mengoptimalkan atau meningkatkan respon imun, sehingga berada pada level yang dianggap efektif untuk memberikan perlindungan terhadap penyakit.
Secara khusus vaksin tambahan ini diberikan kepada mereka yang mengalami immunocompromised (memiliki masalah dengan sistem kekebalan tubuh) setelah pemberikan vaksin primer standar. Selain itu, ini juga basanya diberikan kepada orang dewasa yang lebih tua yang memberikan respon buruk terhadap vaksin primer.
Namun WHO memperingatkan bahwa program pemberian vaksin booster bisa memberikan implikasi yang serius.
Menurut WHO kebijakan nasional pemberian vaksin booster harus diimbangi dengan adanya bukti-bukti kuat mengenai perlunya dosisi ini, keamanan dan efektivitasnya, serta ketersediaan vaksin secara global.
Bahkan ini bisa merusak prinsip kesetaraan nasional dan global utamanya jika menawarkan vaksin booster, sementara di waktu bersamaan masih banyak yang belum menerima vaksin primer dosis pertama.
Memprioritaskan dosis booster di atas kecepatan dan luasnya cakupan dosis pertama vaksin primer juga dapat merusak prospek mitigasi global pandemi, dengan implikasi parah bagi kesehatan, kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat secara global.
Pandangan ahli soal perbedaan vaksin booster dan dosis tambahan
Pandangan lainnya mengenai perbedaan vaksin booster dan dosis tambahan dijelaskan oleh Richard Martinello, MD, spesialis penyakit menular Yale Medicine dan profesor di Yale School of Medicine.
“Tujuan dari vaksinasi utama adalah untuk mengembangkan sistem kekebalan tubuh terhadap patogen target, sedangkan tujuan dari vaksin booster adalah untuk meningkatkan kekebalan yang sudah ada, dengan tujuan untuk memastikan perlindungan yang berkelanjutan terhadap patogen," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-vaksin-booster_2410.jpg)