One Gate System Mulai Diterapkan di Kota Yogyakarta, Bus Pariwisata Tak Bisa Sembarangan Masuk

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta resmi menerapkan one gate system untuk angkutan wisata per Sabtu (24/10/21) lalu. Karenanya, bus-bus pengangkut

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
Dok Humas Pemkot Yogyakarta
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menempelkan stiker clearance, sebagai tanda penumpang bus memenuhi syarat perjalanan, Sabtu (23/10/2021) lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta resmi menerapkan one gate system untuk angkutan wisata per Sabtu (24/10/21) lalu.

Karenanya, bus-bus pengangkut pelancong kini tidak bisa begitu saja masuk kota pelajar sebelum melakoni skrining di Terminal Giwangan. 

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menuturkan, pihaknya ingin menjaga situasi yang telah kondusif dengan memastikan seluruh turis yang masuk wilayahnya, sudah tervaksin.

Menurutnya, aturan tersebut, sesuai dengan instruksi Kementerian Perhubungan (Kemenhub). 

Baca juga: Pantau Pembelajaran Tatap Muka, Disdikpora Kulon Progo Akan Gelar Uji Swab Acak Bagi Siswa

"Jadi, ini sebagaimana aturan dari Kamenhub. Seluruh bus, kendaraan angkutan wisata, baik besar, menengah, atau kecil, harus masuk terminal untuk melakukan skrining terlebih dulu," ungkap Heroe, Minggu (24/10/21). 

Ia pun menilai, aturan ini tidak memberatkan para pelaku perjalanan, karena skrining guna memastikan status vaksin tidak memakan waktu banyak.

Terlebih, operator angkutan, jika penumpangnya memenuhi syarat, tak lagi mengalami kesulitan mencari tempat parkir di kota pelajar. 

"Karena begitu mereka mendapat clearance, bus itu akan diarahkan ke tempat parkir. Sehingga, dengan pola seperti ini, mereka akan mendapat kepastian, tidak perlu muter-muter lagi, ya, seperti zaman dulu," ujar Wawali. 

Selain itu, Heroe menegaskan, sistem satu pintu ini juga  berdampak positif bagi arus lalu lintas di Kota Yogyakarta, mengingat seluruh bus yang masuk sudah diatur rutenya menuju tempat khusus parkir yang ditentukan. 

Sehingga, kepadatan ruas-ruas jalan saat memasuki libur akhir pekan seperti yang terjadi pada masa-masa sebelum pandemi silam, diyakini tidak akan terjadi lagi.

Oleh sebab itu, manfaat dari one gate system pun akan dirasakan langsung oleh penduduk Kota Yogyakarta juga. 

"Jadi, ini termasuk pola pengaturan lalu lintas, ya, agar kepadatan di Kota Yogyakarta bisa kita kendalikan. Setiap kendaraan wisata itu, yang ditempeli stiker, sudah diberi petunjuk. Rutenya dari Giwanan ke tempat parkir sudah diatur dengan sedemikian rupa," terangnya. 

Baca juga: Penyu Laut Ditemukan Mati di Pantai Sepanjang Gunungkidul

"Tapi, kalau saat skrining tidak memenuhi syarat, ya jelas mereka tidak bisa masuk. Mau putar balik, atau bagaimana terserah, yang jelas tidak bisa masuk Kota Yogyakarta itu, karena persyaratanya kan jelas," lanjut Heroe. 

Seperti diberitakan sebelumnya, melalui skema one gate system, seluruh moda transportasi parwisata yang hendak masuk Kota Yogyakarta diwajibkan singgah ke Terminal Giwangan dahulu.

Di sana, mereka melakoni skrining mengenai status vaksin seluruh penumpang. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved