Berita Kota Yogya Hari Ini

7 Bus Pariwisata Diminta Putar Balik Saat Diperiksa Dishub Kota Yogyakarta Minggu Sore

Sampai dengan Minggu (24/10/2021) telah ada sekitar 100 bus pariwisata yang telah diperiksa.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Miftahul Huda
Beberapa petugas gabungan menghentikan bus pariwisata di Terminal Giwangan, untuk pemeriksaan surat-surat, Minggu (24/10/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - One Gate System atau sistem satu gerbang bagi bus pariwisata sudah diberlakukan di Kota Yogyakarta, sejak Sabtu (23/10/2021) kemarin.

Dari pantauan reporter Tribunjogja.com di hari kedua pemberlakuan aturan itu, sekitar pukul 16.27 terpantau petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogakarta dan Dishub DIY, serta dari PT Jasa Raharja terlihat memeriksa kelengkapan dokumen perjalanan.

Kasi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dishub Kota Yogyakarta Hari Purwanto mengatakan, sampai dengan Minggu (24/10/2021) telah ada sekitar 100 bus pariwisata yang telah diperiksa.

Dari jumlah itu, tujuh bus di antaranya terpaksa diputar balik sebab dalam satu rombongan terdapat 10 hingga 15 penumpang yang tidak bisa menunjukan bukti sudah divaksin.

Baca juga: Pemeriksaan di Simpul Tak Efektif, Dishub DIY Gelar Patroli Bus Pariwisata 

Diakui Hari pada Minggu sore ini terjadi lonjakan kendaraan yang masuk ke Terminal Giwangan untuk menjalani pemeriksaan.

"Hari ini seperti yang sudah kami perkirakan ada lonjakan dari sebelumnya. Hari ini ada 100 bus yang sudah kami periksa, dan tujuh bus kami minta putar balik karena tidak memenuhi syarat," katanya, saat ditemui di Terminal Giwangan, Minggu (24/10/2021).

Dia menjelaskan, proses pemeriksaan kendaraan pada Minggu sore berjalan lancar, sebab para supir bus dan penumpang justru merasa mendapat kepastian untuk masuk ke Kota Yogyakarta dan tidak kesulitan mendapat parkir.

Kendati demikian, Hari mengatakan dalam satu pekan nantinya, pihak yang bersangkutan akan melakukan evaluasi.

Baca juga: One Gate System Mulai Diterapkan di Kota Yogyakarta, Bus Pariwisata Tak Bisa Sembarangan Masuk

Satu di antaranya untuk mempermudah proses pemeriksaan, pemerintah berencana akan meluncurkan sebuah aplikasi untuk memonitoring sistem satu gerbang tersebut.

"Evaluasi seminggu sekali pasti ada. Kami sendiri dari kota membuat suatu aplikasi, harapannya ke depan kami tidak melakukan pemeriksaan secara manual, tetapi kami memakai aplikasi," terang dia.

Sementara Kabid Angkutan Dishub DIY Sumariyoto secara umum tidak keberatan adanya wisatawan yang masuk ke wilayah DIY, sebab itu merupakan hal yang dinantikan sebagian besar masyarakat.

Namun masyarakat yang berkunjung ke DIY diharapkan saling memahami bahwa saat ini masih dalam suasana pandemi Covid-19.

Sehingga pemeriksaan penumpang yang dilakukan oleh Dishub tersebut semata-mata demi menjaga wilayah DIY tetap aman, meski kini banyak dikunjungi wisatawan.

Baca juga: Kota Yogyakarta Segera Terapkan One Gate System untuk Bus Pariwisata, Ini Aturan Mainnya 

"Silakan datang ke Jogja tetapi bagi mereka yang sehat. Karena jangan sampai uji coba pembukaan obyek wisata ditutup kembali, artinya kami hanya memberi jaminan tidak ada klaster baru di obyek wisata," katanya.

Sumariyoto menjelaskan, tak hanya di Terminal Giwangan saja pemeriksaan penumpang itu bus pariwisata itu dilakukan, melainkan Dishub DIY juga menetapkan titik-titik pemeriksaan di tempat lain yakni di wilayah Wonosari, Wates, dan Terminal Jombor.

Hanya saja, fokus utama pemeriksaan kelengkapan penumpang itu dilakukan di Terminal Giwangan, sebab mayoritas tujuan akhir wisatawan yang datang ke DIY adalah Kota Yogyakarta terutama saat sore hari.

"Kami sudah tetapkan di Wonosari, Wates sama Jombor. Cuma yang padat itu di Kota, sebab ini menjadi tujuan akhir wisatawan dan Dishub Kota sudah berjibaku," pungkasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved