Tekan Potensi Munculnya Klaster Covid-19, Kampanye Tatap Muka untuk Pilur Gunungkidul Dilarang

Hari pencoblosan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) alias Pemilihan Lurah (Pilur) Gunungkidul tinggal menghitung hari. Tahap kampanye Pilur pun akan

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Hari pencoblosan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) alias Pemilihan Lurah (Pilur) Gunungkidul tinggal menghitung hari.

Tahap kampanye Pilur pun akan segera dilakukan, sesuai jadwal dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DP3AKBPMD).

Kepala Bidang Pemerintahan Desa, DP3AKBPMD Gunungkidul, Kriswantoro menyampaikan pelaksanaan kampanye Pilur akan berlangsung selama 3 hari.

Baca juga: Satpol PP DIY Menyita 94 Bungkus Rokok Ilegal, Pemilik Akan Dipanggil

"Kampanye Pilur mulai Minggu (24/10/2021) sampai Selasa (26/10/2021) mendatang," katanya pada wartawan, Jumat (22/10/2021). 

Mengikuti edaran bupati soal pelaksanaan Pilur, seluruh peserta Pilur dilarang untuk menggelar kampanye dalam bentuk tatap muka atau yang sifatnya bisa menimbulkan kerumunan massa.

Keputusan ini diambil guna menekan potensi munculnya klaster baru penyebaran COVID-19. Sebagai gantinya, kampanye calon lurah lebih banyak diarahkan secara daring.

"Panitia di masing-masing kalurahan akan menyediakan fasilitas penyampaian visi-misi calon," jelas Kriswantoro.

Adapun penyampaian visi-misi ini akan dilakukan pada hari pertama kampanye atau Minggu besok. Tiap calon bisa menyampaikan visi-misi yang kemudian didokumentasikan dalam bentuk audio visual.

Menurut Kriswantoro, hasil dokumentasi tersebut kemudian diunggah ke sistem informasi milik kalurahan atau akun media sosial. Sehingga visi-misi para calon bisa diketahui oleh masyarakat.

Baca juga: Inilah Keistimewaan Hari Jumat, di Antaranya Adalah Waktu Mustajab untuk Berdoa

"Saat penyampaian visi-misi pun pesertanya dibatasi, hanya boleh dihadiri 30 orang," ujarnya.

Mengikuti edaran tersebut, kampanye tatap muka Pilur dilarang dalam berbagai bentuk. Seperti konser, bazar, pertunjukan seni, pawai kendaraan, perlombaan, hingga olahraga bersama.

Hari pencoblosan Pilur Gunungkidul dijadwalkan pada 30 Oktober mendatang. Sekretaris DP3AKBPMD Gunungkidul, Farkhan mengatakan pelaksanaannya akan tetap mengacu pada protokol kesehatan (prokes).

"Nanti tiap TPS jumlah pemilihnya dibatasi, maksimal hanya boleh ada 500 orang," katanya belum lama ini. (alx)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved