Breaking News:

Mahasiswa UGM Kembangkan Alat Deteksi Kebuntingan Dini dan Birahi Pada Sapi

Mahasiswa UGM berhasil mengembangkan alat yang berfungsi untuk mendeteksi kebuntingan dini dan birahi pada sapi yang diberi nama Pregnancy and

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Kurniatul Hidayah
istimewa
Mahasiswa UGM berhasil mengembangkan alat yang berfungsi untuk mendeteksi kebuntingan dini dan birahi pada sapi yang diberi nama Pregnancy and Estrous Kit for Cattle. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Mahasiswa UGM berhasil mengembangkan alat yang berfungsi untuk mendeteksi kebuntingan dini dan birahi pada sapi yang diberi nama Pregnancy and Estrous Kit for Cattle.

“Kit dilengkapi aplikasi smartphone yang bernama Farm.co yang bertujuan menghubungkan kit dengan ponsel peternak,” kata Ketua tim pengembang Rohhi Unggul Laksonowati, Kamis (21/10/2021).

Selain Rohhi, mahasiswa lainnya adalah Rizky Pawestri Utami (Fakultas Kedokteran Hewan), Syifa Salsabila Putri Priambodo, Muhammad Thoriq Kusumo Satrio (Prodi Teknik Biomedis), dan Awinda Zharfani Puspasari (Prodi Teknik Industri).

Baca juga: Info Prakiraan Cuaca BMKG DI Yogyakarta Kamis 21 Oktober 2021, Waspadai Hujan Deras di Sleman

Program yang mereka buat berhasil mendapatkan pendanaan dari Kemdikbud Ristek dan lolos melaju ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) yang akan digelar akhir Oktober mendatang.

Rohhi mengatakan pengembangan kit berawal dari keinginan untuk membantu peternak dalam mendeteksi masa birahi maupun kebuntingan hewan ternaknya.

Sebab di lapangan tidak sedikit peternak yang masih sering salah menduga ternak mereka sedang birahi ketika ternak mengeluarkan lendir serviks.

Padahal, pada sapi yang sedang bunting juga dapat mengeluarkan lendir serviks yang berguna untuk melindungi kebuntingannya. Keluarnya lendir serviks itu sering disangka oleh peternak sebagai tanda-tanda birahi sehingga peternak melakukan Inseminasi buatan.

“Oleh karena itu, kami menciptakan kit yang mampu membantu peternak dalam mendeteksi birahi dan mendeteksi kebuntingan dini dengan usia janin 1 bulan, agar peternak melakukan Inseminasi Buatan (IB) yang tepat”  jelasnya.

Pengembangan Pregnancy and Estrous Kit for Cattle mengadopsi konsep dari test pack digital pada ibu hamil. Testpack digital dari Pregnancy and Estrous Kit for Cattle dimodifikasi dari testpack manusia. 

Tak seperti testpack manusia, pada rangkaian testpack ternak digunakan rangkaian dan desain PCB yang berbeda. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved