Breaking News:

Tujuh Pasien Covid-19 Klaster Tilik Diperbolehkan Pulang dari RSLKC Bambanglipuro

Tujuh Pasien Covid-19 Klaster Tilik Diperbolehkan Pulang dari RSLKC Bambanglipuro

Penulis: Santo Ari | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
RS Lapangan Khusus Covid-19 (RSLKC) Bambanglipuro, Bantul.  

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sebanyak tujuh pasien positif Covid-19 dari klaster tilik Padukuhan Gokerten, Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, sudah diperbolehkan pulang dari Rumah Sakit Lapangan Khusus COVID-19 Bambanglipuro pada Selasa (19/10/2021).

Sementara tiga pasien Covid-19 dari klaster senam di Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Bambanglipuro juga sudah selesai menjalani masa isolasi di rumahnya masing-masing.

Kepala Rumah Sakit Lapangan Khusus COVID-19 (RSLKC) Bambanglipuro, dr. Tarsisius Glory menjelaskan ketujuh pasien dari klaster tilik tersebut termasuk dalam kategori orang tanpa gejala (OTG).

"Sehingga masa isolasi atau perawatan cukup 10 hari dan hari ini diperbolehkan pulang ke keluarganya masing-masing," ujarnya, Selasa (19/10/2021).

Sementara untuk tambahan dua pasien Covid-19 klaster tilik yang masuk pada ke RSLKC pada tanggal 15 Oktober kemarin, baru bisa keluar dari rumah sakit pada tanggal 24 Oktober nanti.

Sehingga dalam pekan ini, semua pasien Covid-19 klaster tilik sudah diperbolehkan pulang.  

"Kondisi pasien yang klaster tilik ini kemarin pagi sudah senam bersama dan sangat sehat," imbuhnya.

Baca juga: Perketat Skrining Pengunjung Malioboro, Pemkot Yogyakarta Siapkan Fitur Peduli Jogja di JSS

Baca juga: Sekitar 90 Persen SD dan SMP di Kulon Progo Diizinkan Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Sementara itu, terkait dengan klaster senam di Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Bambanglipuro, dirinya mencatat ada 14 pasien di mana tiga pasien yang pertama kali terpapar Covid-19 sudah dinyatakan selesai menjalani isolasi mandiri dan dinyatakan sembuh.

"Untuk 11 pasien lainnya dalam pekan ini juga sudah selesai menjalani isolasi dan dinyatakan sembuh," ungkapnya.

Lebih lanjut ia menerangkan, dari upaya tracing terhadap mereka yang kontak erat dengan pasien dari klaster senam juga telah berakhir dengan tidak adanya penambahan kasus baru.  

"Kasus klaster senam dari awalnya tiga orang kemudian tracing keluar enam orang dan kembali tracing keluar lima orang. Sudah berhenti di angka 14 kasus orang yang terpapar Covid-19 klaster senam," tandasnya.

Adapun dari data Dinas Kesehatan Bantul, per Senin (18/10/2021) kemarin terdapat 111 warga yang menjalani isolasi.

Pemerintah mengajak masyarakat untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dengan menerapkan 5 M yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta mengurangi mobilitas. (Tribunjogja/Santo Ari)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved