Breaking News:

Kabupaten Kulon Progo

Terdakwa Penyelundupan Anjing di Kulon Progo Divonis 10 Bulan Penjara dan Denda Rp 150 Juta

PN Wates menjatuhkan vonis 10 bulan penjara dan denda Rp 150 juta pada terdakwa kasus penyelundupan anjing yang ditangkap di Kabupaten Kulon Progo.

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Sri Cahyani Putri Purwaningsih
Majelis Hakim membacakan sidang putusan kasus penyelundupan anjing di Ruang Kartika, Pengadilan Negeri Wates, Senin (18/10/2021). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Wates menjatuhkan vonis 10 bulan penjara dan denda Rp 150 juta kepada S (48) terdakwa kasus penyelundupan anjing yang ditangkap di Kabupaten Kulon Progo saat operasi ketupat progo pada 6 Mei 2021 silam. 

Sidang putusan dengan nomor perkara 99/pid.sus/2021/pn Wates dibacakan langsung oleh Ketua Majelis, Ayun Kristianto didampingi hakim anggota I, Ike Liduri Mustika Sari dan hakim anggota II, Setyorini Wulandari. 

Penyelenggaraan sidang sejak awal hingga akhir dilakukan secara online karena masih dalam pandemi Covid-19. 

Humas PN Wates, Edy Sameaputty mengatakan vonis yang diberikan kepada terdakwa lebih ringan dari tuntuntan jaksa penuntut umum (JPU). 

Dikarenakan pidana tersebut dipotong masa tahanan selama terdakwa menjalani penahanan dan denda sebesar Rp 150 juta. 

Baca juga: Sidang Lanjutan Kasus Penyelundupan Anjing di Kulon Progo Hadirkan 4 Saksi

"Apabila denda tidak dibayarkan maka diganti kurungan penjara selama sebulan," ucap Edy, Senin (18/10/2021). 

Adapun untuk barang bukti sebagaimana tuntutan dari JPU, mobil yang digunakan untuk mengangkut puluhan anjing dari Garut, Jawa Barat menuju Solo, Jawa Tengah dikembalikan kepada pemiliknya. Sementara 62 anjing yang masih hidup dititipkan di Ron Ron Dog Care (RRDC) di Trihanggo, Gamping, Kabupaten Sleman. Sebab, 16 anjing di antaranya telah mati. Rinciannya, 10 anjing mati saat proses evakuasi dan 6 anjing lainnya mati ketika mendapatkan perawatan. 

Edy melanjutkan, suatu perkara berkekuatan hukum tetap apabila terdakwa dan JPU menerima putusan tersebut. 

Namun, apabila masih ada yang ingin mempelajari putusan maka diberikan kesempatan selama 7 hari untuk menentukan sikap apakah mengajukan upaya hukum atau menerima putusan. 

"Kalau JPU masih pikir berarti diberikan kesempatan selama 7 hari setelah putusan dibacakan hari ini untuk menentukan sikapnya apakah menerima putusan atau mengajukan upaya hukum," kata Edy. ( Tribunjogja.com

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved