Israel Tegaskan Siap Hadapi Serangan Roket dari Hezbollah, Andalkan Iron Dome

Israel Tegaskan Siap Hadapi Serangan Roket dari Hezbollah, Andalkan Iron Dome

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
ANAS BABA / AFP
Sistem pertahanan rudal Iron Dome Israel (kiri) menangkal roket (kanan) yang ditembakkan oleh Hamas menuju Israel selatan dari Beit Lahia di Jalur Gaza 14 Mei 2021. Israel membombardir Gaza dengan artileri dan serangan udara pada hari Jumat, 14 Mei, sebagai tanggapan atas rentetan tembakan roket baru dari daerah kantong yang dikelola Hamas, tetapi menghentikan serangan darat dalam konflik yang kini telah merenggut lebih dari 100 nyawa warga Palestina. 

TRIBUNJOGJA.COM, TEL AVIV - Israel menegaskan negaranya siap untuk menghadapi serangan roket yang dilancarkan ke wilayahnya jika pecah konflik dengan Hezbollah.

Meski siap untuk menghadapi serangan yang setiap harinya mencapai 2000 roket, Israel menyebut negaranya tak ingin berperang dengan Hezbollah.

Dikutip Tribunjogja.com dari Kompas.com, Israel memiliki sistem pertahanan Iron Dome untuk mencegat serangan roket yang mengarah ke negaranya.

Sistem pertahanan Iron Dome tersebut sebelumnya sudah digunakan untuk menghadapi serangan ribuan roket dari kelompok bersenjata di Palestina.

Pada Mei tahun ini, tentara Israel berperang 11 hari melawan kelompok bersenjata Palestina di Jalur Gaza, yang menembakkan sekitar 4.400 proyektil ke arah negara tersebut.

Israel mengatakan, sistem pertahanan Iron Dome-nya, yang telah digunakan selama sekitar satu dekade, mencegat sekitar 90 persen roket yang menuju daerah berpenduduk, sementara tak sampai 300 yang mengenai distrik berpenghuni.

Tingkat tembakan itu melampaui tahun 2006 saat Israel perang melawan Hezbollah, ketika sejumlah roket serupa diluncurkan dari Lebanon, tetapi selama sekitar satu bulan, kata tentara Israel.

Pada bulan Mei, kota-kota seperti Tel Aviv dan Ashdod mengalami jumlah tembakan tertinggi dalam sejarah Israel, kata Uri Gordin, kepala Home Front Command.

"Kami melihat lebih dari 400 roket ditembakkan ke Israel setiap hari."

Baca juga: Korea Selatan Kembangkan Iron Dome Mirip Punya Israel untuk Hadapi Korea Utara, Tapi Lebih Canggih

Dia mengatakan, dalam kasus konflik atau perang dengan Hezbollah, "Kami memperkirakan lebih dari lima kali jumlah roket yang ditembakkan setiap hari dari Lebanon ke Israel.

"Pada dasarnya kami memperkirakan antara 1.500-2.500 roket yang ditembakkan setiap hari ke arah Israel," katanya kepada AFP.

"Panggilan kejut"

Dibentuk pada 1992 setelah Perang Teluk pertama, Home Front Command yang dipimpin Gordin bertanggung jawab atas pertahanan sipil, yang berarti mempertahankan negara jika terjadi ancaman, konflik, atau bencana.

Unit itu dikritik karena tanggapannya terhadap perang 2006 dengan Hezbollah, yang menewaskan lebih dari 1.200 warga Lebanon dan sebagian besar warga sipil, serta 160 warga Israel yang mayoritas di antara mereka adalah tentara.

Perang itu adalah panggilan kejut bagi Home Front Command, kata Gordin, seraya menambahkan bahwa sejak itu pihaknya meningkatkan unit penghubungnya, yang sekarang aktif di 250 kota Israel untuk memberikan bantuan jika terjadi serangan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved