Pendidikan

Sekolah di Sleman Bakal Kembali Ditutup Jika Ditemukan Kasus Positif Covid-19

Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman berencana melakukan swab sampling Covid-19 terhadap guru dan siswa di sekolah.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
Pixabay.com / Alexandra_Koch
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di Kabupaten Sleman sudah berjalan Minggu lalu.

Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman berencana melakukan swab sampling Covid-19 terhadap guru dan siswa di sekolah.

Swab sampling dilakukan untuk memastikan kesehatan guru dan siswa.

Utamanya di sekolah yang berada di wilayah zona merah. 

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Ery Widaryana mengungkapkan, pihaknya kini sedang berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, membahas pelaksanaan swab sampling di sekolah - sekolah.

Baca juga: Sempat Ada Siswa Terpapar Covid-19, Kini Seluruh Sekolah di Bantul Telah Melaksanakan PTM

Swab sampling, kata dia, rencananya menggunakan antigen dan dilaksanakan pada pekan depan. 

"Sasarannya sekolah SMP dan SD. Rencana kami akan mencari sekolah yang berada di wilayah zona merah. Kalau zona merah nggak ada ya sekolah di zona oranye. Kita lihat nanti hasilnya seperti apa," kata dia, Kamis (14/10/2021).

Ery mengatakan, swab antigen tidak dilakukan menyeluruh satu sekolah, hanya menyasar sebagian guru dan siswa saja.

Nantinya, jika ditemukan kasus positif Covid-19 maka Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di sekolah tersebut akan ditutup sementara. 

Terkait durasi waktu penutupan, bakal disesuaikan dengan jumlah temuan kasus di masing-masing sekolah, sembari dilakukan evaluasi dan sterilisasi. 

"Mudah-mudahan, tidak ada kasus Covid-19," harapnya. 

Diketahui, PTM terbatas yang digelar serentak di Kabupaten Sleman sudah dimulai sejak minggu lalu.

Baca juga: Disdik Sleman Perbolehkan Siswa Baru Tidak Pakai Seragam Selama Masa PTM Terbatas

Kegiatan PTM diikuti oleh 119 Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan 85 Sekolah Dasar yang diambil sampel 5 sekolah dasar di 17 Kapanewon. 

Pelaksanaannya dilakukan secara terbatas.

Waktu dan jumlah siswa dibatasi.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved