Breaking News:

Yogyakarta

Kontingen DIY Jalani Karantina di 2 Tempat Ini Sepulang dari PON XX Papua

Pemda DIY menyiapkan dua selter isolasi terpusat untuk mengkarantina kontingen DIY usai bertanding di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua.

TRIBUNJOGJA.COM/ Yuwantoro Winduajie
Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemda DIY menyiapkan dua selter isolasi terpusat untuk mengkarantina kontingen DIY usai bertanding di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua.

Dua selter yang disiapkan yakni Balai Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Sosial (Kemensos) di Jalan Veteran serta selter Perumahan ASN Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO).

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, belum lama ini pusat telah menginstruksikan agar pemerintah daerah termasuk DIY untuk mengantisipasi kepulangan atlet yang berlaga di PON XX Papua.

Seluruh kontingen diminta untuk menjalani karantina minimal 5-7 hari.

Baca juga: Ofisial Tim Sepatu Roda PON DIY Buka Suara Soal Tuduhan Melarikan Diri Saat Menjalani Isolasi

Tujuannya untuk memastikan agar mereka yang datang tak membawa virus Corona.

Prosedur karantina tersebut juga diatur dalam Surat Edaran Satgas Covid-19 No. 17 Tahun 2021.

"Pokoknya semua yang datang dari PON datang kita swab PCR kemudian kita tunggu hasilnya, kalau positif kita rujuk ke isoter atau RS. Kalau hasilnya negatif kita swab lagi, (kemudian karantina) setelah 2-3 hari," jelas Aji di Kompleks Kepatihan, Rabu (13/10/2021).

Selain tes PCR, seluruhnya juga akan menjalani tes darah sebab Papua merupakan wilayah endemi malaria.

Menurutnya, ada satu atlet yang didiagnosis terkena malaria usai bertanding di PON.

Baca juga: Kontingen PON DIY Bantah Statemen Menkes yang Nyatakan Ada Atlet dan Ofisial Tim Kabur saat Isolasi

Atlet tersebut langsung diberi penanganan medis.

Aji melanjutkan, kebijakan cek darah merupakan aturan yang diinisiasi oleh Pemda DIY. 

Hal itu merupakan komitmen pimpinan daerah dalam rangka mewujudkan Indonesia bebas malaria pada tahun 2030.

"Tapi secara kebijakan daerah kita melakukan tes harian. Terutama untuk melindungi bersangkutan dari sakit malaria. Dan juga kita ini punya target beberapa tahun ke depan tidak ada endemi malaria lagi di Yogyakarta," jelasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved