Breaking News:

Yogyakarta

Kontingen PON DIY Bantah Statemen Menkes yang Nyatakan Ada Atlet dan Ofisial Tim Kabur saat Isolasi

Ketua Kontingen PON DIY menyatakan bahwa atlet asal DIY dan ofisial DIY yang dinyatakan positif tetap menjalani karantina.

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
Shutterstock
Ilustrasi alat tes Covid-19 

TRIBUNJOGJA.COM - Kontingen DI Yogyakarta di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua tegas membantah statemen dari Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin yang menyatakan ada salah satu ofisial tim yang kabur dari tempat isolasi setelah dinyatakan positif Covid-19 dalam jumpa pers di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (11/10/2021) lalu.

Melalui Ketua Kontingen PON DIY, Rumpis Agus Sudarko kepada wartawan menyatakan bahwa atlet asal DIY dan ofisial DIY yang dinyatakan positif tetap menjalani karantina.

“Kami tidak pernah meloloskan dan mengizinkan atlet atau ofisial kami yang terpapar Covid-19 untuk lari dari tanah Papua. Terbukti, 2 atlet kami dari cabor balap motor di Merauke tetap menjalani isolasi setelah dinyatakan terpapar Covid-19 setelah menjalani tes PCR,” kata Rumpis.

Baca juga: Update Klasemen Perolehan Medali PON XX Papua 2021 per Selasa 12 Oktober 2021

Ia mengemukakan kedua atlet balap motor DIY telah dinyatakan negatif Covid-19 setelah menjalani isolasi selama lima hari.

“Mereka ini jadwal kepulangan tanggal 8, dan tes PCR tanggal 7 Oktober dengan hasil positif dan akhirnya tidak jadi terbang. Mereka kemudian masuk isolasi dan kemarin tes PCR lagi, hasilnya negatif dan hari ini (kemarin) mereka pulang ke DIY,” tuturnya.

Lantas soal ada ofisial yang kabur saat isolasi, Rumpis menjelaskan jika pada saat proses kepulangan kontingen tim sepatu roda seperti yang disebutkan dengan jadwal penerbangan 5 Oktober 2021, baru menjalani tes PCR sehari sebelumnya, 4 Oktober.

Namun hasil PCR yang ditunggu hingga waktu keberangkatan pesawat pagi hari, belum bisa diterbitkan.

Sehingga semua anggota tim disyaratkan menjalani tes antigen sebelum terbang menuju Jakarta. 

Baca juga: Mahasiswa UGM Sumbang Medali di PON XX Papua

“Nah, baru setibanya di Jakarta, melalui aplikasi PeduliLindungi hasil tes tersebut diketahui dan satu ofisial tim sepatu roda, yakni dinyatakan positif,” bebernya.

Setelah diketahui positif, ofisial tim itu melanjutkan perjalanan ke DIY menggunakan kereta api dan setibanya di DIY langsung melapor ke Puskesmas untuk mendapatkan arahan selanjutnya.

“Kemarin setiba di DIY, beliau sesuai arahan Puskesmas, langsung menjalani isolasi mandiri di hotel, kemudian pada 9 Oktober kemarin tes PCR hasilnya negatif dan beliau sudah kembali bersama keluarga. Jadi tidak benar ofisial kami kabur dari tempat isolasi. Lha dipanggil saja belum pernah, dijemput juga belum, masak dinyatakan kabur,” tegasnya.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved