Breaking News:

Yogyakarta

Ofisial Tim Sepatu Roda PON DIY Buka Suara Soal Tuduhan Melarikan Diri Saat Menjalani Isolasi

Ofisial tim sepatu roda DI Yogyakarta, Sugeng Lasono membantah pernyataan Menkes, Budi Gunadi Sadikin yang menudingnya melarikan dari tempat isolasi.

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Berita Update Covid-19 

TRIBUNJOGJA.COM - Ofisial tim sepatu roda DI Yogyakarta, Sugeng Lasono membantah pernyataan Menkes, Budi Gunadi Sadikin yang menudingnya melarikan dari tempat isolasi saat dirinya dinyatakan positif Covid-19 seusai menjalani rangkaian perlombaan di Pekan Olahraga (PON) XX Papua.

Sugeng membeberkan kronologi dirinya dan seluruh atlet sepatu roda DIY berangkat dari Papua menuju Yogyakarta sudah sesuai prosedur yang berlaku.

"Tidak benar apa yang dikatakan Pak Menkes soal saya dari ofisial tim sepatu roda DIY melarikan diri dari tempat isolasi," katanya saat dihubungi Tribunjogja.com, Rabu (13/10/2021).

Ia menjelaskan jika jadwal tes PCR yang didapat oleh seluruh atlet dan ofisial tim di mess sepatu roda serempak dilakukan pada tanggal 3-4 Oktober 2021.

Baca juga: Kontingen PON DIY Bantah Statemen Menkes yang Nyatakan Ada Atlet dan Ofisial Tim Kabur saat Isolasi

Saat itu jadwal kontingen sepatu roda DIY mendapat giliran pada 4 Oktober, dan jadwal penerbangannya pulang ke Yogyakarta pada satu hari setelahnya, 5 Oktober.

Sedangkan, hingga seluruh atlet dan ofisial tim akan memasuki pesawat pada pagi hari tanggal 5 Oktober, hasil tes PCR belum didapat.

Terpaksa, Sugeng dan semua atletnya melakukan swab tes antigen di bandara, hasilnya tentu saja negatif Covid-19.

"Akhirnya kita bisa terbang, karena kalau menunggu sampai terbit hasilnya, kita bisa ketinggalan pesawat dan tiketnya harus membeli lagi. Baru ketika tanggal 6 Oktober, hasil PCR keluar dengan menyatakan seluruh atlet negatif Covid-19, sedangkan saya sendiri yang mendapat hasil positif," tukasnya.

Tanpa pikir panjang, setiba di Yogyakarta Sugeng langsung melapor ke pihak Puskesmas Kraton untuk meminta saran tindakan lanjutan.

Walhasil ia menjalani isolasi mandiri selama 10 hari, namun berselang empat hari Sugeng sudah kembali melakukan tes PCR, dan hasil yang langsung keluar pada tanggal 9 Oktober itu menyatakan dirinya negatif Covid-19.

Baca juga: Pandemi Covid-19 Ajarkan Indonesia untuk Bertransformasi Sistem Kesehatan

Selain itu Sugeng juga menceritakan jika masalah tes PCR di mess sepatu roda tidak hanya dialami oleh kontingen DIY, namun juga kontingen dari daerah lain mengalami hal yang sama.

"Ada dari kontingen Jateng dan Sumatera itu mereka PCR tanggal 3 Oktober, tapi hasilnya hilang di aplikasi PeduliLindungi, kemudian mereka harus melakukan tes PCR lagi pada tanggal 4 Oktobernya biar dapat hasil yang diterbitkan di aplikasinya," tambah Sugeng.

Sementara itu anggota tim CDM DIY, Wesley HT menyebut, terkait masalah tes PCR sebenarnya sudah disampaikan dalam rapat koordinasi CDM Meeting harian di PON Papua. 

“Mereka ini nyaris tidak bisa berangkat karena hasil PCR sampai pagi sebelum berangkat itu belum keluar. Kasus tidak keluarnya hasil tes PCR ini kembali terulang saat tim renang perairan terbuka dan panahan akan pulang. Akhirnya tim tetap berangkat dengan tes antigen atau surat keterangan. Artinya, koordinasi untuk masalah tes PCR ini yang belum baik,” tegasnya.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved