Breaking News:

Dina Sempat Lari Keluar Toko

Dina sedang menjaga tokonya yang berada di Walikangin, Kalurahan Ngestirejo, Kapanewon Tanjungsari. Di tengah melayani pembeli, mendadak ada gempa.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Agus Wahyu
Dokmentasi Pribadi
Garis retak yang timbul di sisi kanan dari tembok bangunan toko milik Dina, warga Tanjungsari, Gunungkidul akibat gempa 4,8 SR pada Rabu (13/10/2021) siang. 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Siang tadi, Dina menjaga tokonya yang berada di Walikangin, Kalurahan Ngestirejo, Kapanewon Tanjungsari. Di tengah melayani pembeli, mendadak ada gempa.

Tak ayal lagi, wanita 23 tahun itu bersama pembeli dan karyawannya langsung lari keluar toko. Rabu (13/10/2021), pukul 12.00.47 WIB, gempa tektonik mengguncang wilayah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan gempa Pacitan ini berkekuatan M 4,8. Selain di Pacitan, guncangan gempa juga dirasakan di Trenggalek, Gunungkidul, Bantul hingga Yogyakarta.

Kekuatan gempa bumi di Gunungkidul mencapai skala III MMI (Modified Mercalli Intensity) dengan getaran nyata yang dirasakan di dalam rumah, seperti getaran akibat truk yang berlalu.  Sedangkan, di daerah Yogyakarta, kekuatan gempa mencapai skala II MMI dengan dampak getaran yang dirasakan oleh beberapa orang hingga menyebabkan benda-benda ringan yang digantung menjadi bergoyang.

Kepala Stageof BMKG Sleman Ikhsan Pramudya menjelaskan, episenter gempa terletak pada koordinat 8,87 LS dan 110,97 BT, tepatnya berada di laut dengan jarak 78 km ke arah Barat Daya Pacitan, pada kedalaman 55 km. Dengan melihat episenter, serta kedalaman hiposenter gempa Pacitan, fenomena ini termasuk gempa dangkal akibat subduksi Lempeng Indo-Australia yang menghunjam ke bawah Lempeng Eurasia di Samudra Hindia, di selatan Pulau Jawa.

“Guncangan gempabumi ini dirasakan di Pacitan, Wonogiri, Treggalek, Gunungkidul III MMI. Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu,” jelasnya.

Di Yogyakarta, daerah Bantul juga merasakan gempa tersebut setara dengan II MMI atau getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. “Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” jelasnya.

Dikatakan Ikhsan, guna menghindar dari bangunan yang retak dan rusak akibat gempa, maka warga diminta untuk segera memeriksa rumah. “Pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali kedalam rumah,” tukasnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul menyatakan belum menerima laporan resmi adanya kerusakan akibat gempa tersebut. Sedang seorang warga Gunungkidul, Dina yang saat gempa tengah melayani pembeli di tokonya mengatakan ada sedikit retak di bangunan toko keluarganya.

"Iya ada retak, tapi sedikit," katanya dikonfirmasi lewat pesan singkat. Namun demikian, saat gempa, tidak ada barang yangh jatuh.

Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), telegram channel (https://t.me/InaTEWS_BMKG), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg. (alx/ard/kpc)

Selengkapnya baca Tribun Jogja edisi Kamis 14 Oktober 2021 halaman 01

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved