Breaking News:

Sekolah di Gunungkidul Beri Toleransi pada Pelajar yang Terkendala Seragam saat Jalani PTM Terbatas

Kelonggaran yang diberikan antara lain membebaskan pelajar mengenakan pakaiannya sendiri asalkan tetap bebas rapi.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
istimewa
Pelajar SMK Negeri 1 Wonosari saat mengikuti pembelajaran tatap muka dengan protokol kesehatan (prokes) pada Senin (19/04/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di Gunungkidul sudah berjalan sebulan sejak September 2021 lalu.

Namun, kendala dialami para pelajar dalam hal seragam sekolah, lantaran tak lagi muat dikenakan.

Sekolah di Gunungkidul pun memilih memberikan toleransi pada para pelajar tersebut.

Seperti yang diungkapkan oleh Kepala SMP Negeri 2 Wonosari, Purwanto.

"Semisal ada yang memang tidak punya, tidak apa-apa," katanya dihubungi pada Selasa (12/10/2021).

Purwanto menyebut tidak banyak pelajar di sekolahnya yang mengalami masalah seragam.

Itu sebabnya, pihaknya memberikan kelonggaran agar mereka tetap bisa datang ke sekolah mengikuti PTM.

Kelonggaran yang diberikan antara lain membebaskan pelajar mengenakan pakaiannya sendiri asalkan tetap bebas rapi.

Kendati begitu, ia tak menampik ada pelajar yang tetap memaksakan untuk memakai seragam sekolah meski sudah sempit.

"Kebanyakan sudah sesak, celana cingkrang (di atas mata kaki)," ungkap Purwanto.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved