Breaking News:

Masih dalam Suasana Pandemi, Pemkot Yogyakarta Tidak Mewajibkan Peserta PTM untuk Berseragam

Kelonggaran itu diberikan agar tak membebani perekonomian para orangtua atau wali murid. 

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM / Ardhike Indah
Siswa segera pulang setelah mengikuti uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) hari pertama di SD Negeri Serayu, Kota Yogyakarta, Jumat (28/5/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menegaskan tidak mewajibkan siswa-siswi atau peserta pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas untuk memakai seragam.

Kelonggaran itu diberikan agar tak membebani perekonomian para orangtua atau wali murid. 

Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta, Dedi Budiono, menandaskan pihaknya dapat memahami kondisi siswa, setelah hampir dua tahun PTM terhenti akibat pandemi.

Sehingga, dipastikan banyak seragam siswa yang kondisinya tak layak pakai. 

"Ketentuannya tidak diwajibkan. Tidak ada kewajiban itu, harus pakai seragam dan sebagainya, karena kan pasti ada seragam yang lama sekali tidak dipakai, tahu-tahu sudah gede anaknya," tandas Dedi, Selasa (12/10/2021). 

Menurutnya, situasi pandemi Covid-19 ini harus disikapi dengan kebijakan yang luwes.

Karena itu, Disdikpora Kota Yogyakarta pun menyerahkan sepenuhnya kepada siswa, dan tak perlu memaksakan diri mengenakan seragam ke sekolah, seandainya kondisi memang tak memungkinkan. 

"Kita tidak akan memberatkan orangtua siswa, karena ini masih susana pandemi. Kalau sudah tidak punya, karena kekecilan misalnya, ya tidak usah pakai," ujarnya. 

Hanya saja, berdasarkan pantauan di lapangan, seluruh peserta didik yang mengikuti kegiatan belajar mengajar secara luring, tetap mengenakan seragam.

Tapi, dirinya kembali menegaskan, Disdikpora sama sekali tidak mewajibkan dan membebaskan untuk seluruh siswa. 

"Kalau saya lihat, semuanya pakai seragam kok, sampai sejauh ini. Kalau dari kami, karena kondisinya seperti ini, jangankan sudah lusuh, atau kekecilan, tidak memakai seragam juga tidak apa-apa kok itu," cetusnya. 

Lebih lanjut, Dedi mengungkapkan, secara keseluruhan, pembelajaran tatap muka terbatas di Kota Yogyakarta berjalan dengan lancar, dan nyaris tanpa kendala.

Ia menegaskan, seluruh sekolah disiplin menerapkan ketentuan, terkait protokol kesehatan (prokes) 

"Tidak ada laporan yang terpapar Covid-19. Kalau sekolah, guru, kepala sekolah dan satgas konsistan, ya insyaallah aman, kita tekankan terus, agar jangan sampai kendor. Konsisten sejak siswa datang, pelaksaanaan, sampai kepulangan siswa, diatur semua," terangnya. 

"Untuk SD juga masih kelas VI, belum ada tambahan yang kelas V ke bawah. Banyak yang minta sih, tapi belum kita putuskan, kita lihat dulu situasinya bagaimana. Semoga, tidak ada kendala, ya," pungkas Dedi. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved