Anggaran Dropping Air Bersih Menipis, BPBD Gunungkidul Siapkan Langkah Antisipasi
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul menyiapkan langkah antisipasi jika anggaran distribusi (dropping) air bersih habis. Sebab saat
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul menyiapkan langkah antisipasi jika anggaran distribusi (dropping) air bersih habis.
Sebab saat ini persediaan yang ada kian menipis, sedangkan dropping masih terus berjalan.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Edy Basuki mengatakan setidaknya di awal Oktober ini tersisa 280 tangki air bersih dari yang sudah dikuotakan.
Baca juga: Lulus Tes PPPK, Seorang Guru Honorer di Klaten Tunaikan Nazar Jalan Kaki ke Kampus UNY
"Sisanya memang tidak banyak, kemungkinan pertengahan Oktober ini bantuannya habis," jelas Edy pada wartawan, Minggu (10/10/2021).
Adapun di tahun ini BPBD Gunungkidul menyediakan sebanyak 2.200 tangki air bersih dengan total anggaran sekitar Rp 700 juta. Sebanyak 1.920 tangki sudah disalurkan ke masyarakat sesuai permohonan.
Meski mulai menipis, Edy mengatakan antisipasi dilakukan dengan menyiagakan cadangan anggaran dari Belanja Tak Terduga (BTT). Terutama jika masih ada yang membutuhkan dropping air bersih saat persediaan sudah habis.
"Kalau hingga minggu ketiga Oktober belum turun hujan, maka kajian dilakukan untuk meningkatkan status kekeringan sehingga BTT bisa digunakan," jelasnya.
Edy mengatakan sejauh ini sudah 13 kapanewon atau kecamatan yang mengajukan permohonan dropping air bersih. Total ada 99.559 jiwa warga terdampak krisis air.
Kajian BPBD Gunungkidul melaporkan ada 16 kapanewon berpotensi mengalami krisis air bersih. Hanya dua yang dinilai terbebas dari masalah krisis air, yaitu Karangmojo dan Playen.
"Masih ada 3 kapanewon yang belum mengajukan bantuan, yaitu Patuk, Semanu dan Nglipar," ungkap Edy.
Baca juga: Jalan Cepat Tambah Medali Emas Bagi DI Yogyakarta di Ajang PON XX Papua
Selain mengandalkan BPBD, sejumlah kapanewon di Gunungkidul juga telah memiliki anggaran sendiri untuk dropping air bersih. Salah satunya di Girisubo.
Panewu Anom Girisubo, Arif Yahya mengatakan pihaknya menyiapkan sebanyak 400 tangki untuk disalurkan ke warga. Persediaan diambil dari anggaran yang sudah disiapkan.
"Sudah sekitar 300 tangki yang disalurkan, masih ada sisa 100 tangki air dan mencukupi setidaknya untuk dua minggu ke depan," jelas Arif. (alx)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kendaraan-pengangkut-air-bersih-yang-melintas-di-salah-satu-ruas.jpg)