Breaking News:

Solois Wanita Nadya Rizki Rilis Single "Aromantis", Melawan Stigma Soal Cinta

"Kata siapa hidup ini soal cinta melulu? Kata siapa soal cinta, kita musti buru-buru? Kata siapa wanita tak boleh nikah 30? Kata siapa pria 27 harus

istimewa
Solois wanita asal Mojokerto, Jawa Timur, Nadya Rizki. 

TRIBUNJOGJA.COM - "Kata siapa hidup ini soal cinta melulu? Kata siapa soal cinta, kita musti buru-buru? Kata siapa wanita tak boleh nikah 30? Kata siapa pria 27 harus ke penghulu?," demikian penggalan lirik single bertajuk "Aromantis" yang belum lama ini dirilis solois wanita asal Mojokerto, Nadya Rizki.

Dijelaskan Nadya, "Aromantis" merupakan single yang tercipta dari keresahan-keresahan yang nyata namun dipaksa tidak dirasakan oleh budak dunia alam semesta, mulai dari persoalan cinta, umur yang tepat untuk menikah, gender, hingga racun maskulinitas.

Baca juga: Jusuf Kalla Resmikan Program 2 Juta Vaksinasi Covid-19 PMI

"Padahal sejatinya, setiap manusia memiliki kehendaknya masing-masing untuk melakukan apa pun yang diinginkan. Namun, bagi sebagian orang yang belum beruntung, lingkungan sosial yang semestinya menjadi subjek pendukung, justru menjadi penghambat," jelas Nadya.

Nah melalui single ini, Nadya berusaha melawan stigma-stigma tersebut melalui  lirik-liriknya sederhana dengan membawa isu yang tidak sederhana, setidaknya di dalam budaya timur ini.

Dijelaskannya, Aromantis memiliki arti sebagai seseorang yang tidak tertarik memiliki sebuah hubungan romansa. Pantas sekali untuk dijadikan titel lagu yang romantis tanpa punya lirik romantis sama sekali didalamnya.

Walau hanya diiringi dengan instrumen gitar akustik, namun lagu yang bisa dinikmati secara lirikal ini, memiliki makna yang berbeda tiap part lagunya. Di awal, lagu ini seolah menceritakan lewat sudut pandang ketiga dalam memandang sosok yang tidak bisa menerima cinta.

Pada pertengahan lagu, yang menjadi part andalan dari lagu ini, secara tidak langsung dijadikan respons kepada tuntutan-tuntutan sosial seperti, "Pria tidak boleh menangis.", "Wanita harus di dapur.", "Pria harus tangguh selalu.", "Wanita tidak boleh nikah 30.", dan protes-protes lainnya.

Baca juga: Putar Balik (Farida), Akadama Replikasi Cinta Pertama Penuh Debar dan Gemetar

Standar sosial begitu memuakkan menurut Nadya. Tanpa ada maksud mendiskreditkan gender manapun, lagu ini berusaha seobjektif mungkin dalam menyuarakan baik dari sisi Adam maupun Hawa.

Lagu ini diproduksi pada Agustus 2021 di Home Recording milik Winaldy Senna, drummer sekaligus producer 510 & The Sun Goes Down dengan dibantu aransemen gitar dari Dhani Rahadian, gitaris The Sun Goes Down.

Artwork single ini dikerjakan sendiri oleh Nadya Rizqi, yang menggambarkan seseorang yang buta cinta ; alasan mengapa artworknya berupa tes buta warna parsial. Artwork ini diperuntukkan untuk orang-orang yang merasa tidak mampu melihat warna dalam cinta, mungkin yang nampak hanyalah hitam dan putih, tapi di dalamnya pasti tetap punya alur sendiri akan suatu makna.

"Melalui single Aromantis ini diharapkan mampu menghibur insan-insan yang mengalami keresahan yang menyiksa namun tidak berani diutarakan, menjadi karya yang menyampaikan banyak hal yang selama ini dipendam. Selamat menikmati lewat platform digital favoritmu," harap Nadya. (Han)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved