Breaking News:

BPBD Kabupaten Magelang Siapkan Skema Menghadapi Risiko Bencana Musim Penghujan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magelang telah mempersiapkan skema untuk menghadapi risiko bencana memasuki musim penghujan.

TRIBUNJOGJA.COM/ Nanda Sagita Ginting
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edi Wasono 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magelang telah mempersiapkan skema untuk menghadapi risiko bencana memasuki musim penghujan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edi Wasono menuturkan, rangkaian mitigasi bencana sudah dipersiapkan terutama di daerah yang rawan.

"Kami sudah melakukan persiapan meliputi, pelatihan bencana, melengkapi peralatan penanggulangan bencana, serta sosialisasi kepada masyarakat,"ujarnya kepada Tribunjogja.com, pada Rabu (06/10/2021).

Baca juga: Menengok Laju Kota Yogyakarta Lewat Display Arsip Jogja Tempo Doeloe dan Masa Kini 

Ia menambahkan, musim penghujan diperkirakan akan berlangsung mulai Oktober 2021 hingga Januari 2022 sebagai puncaknya.

Adapun potensi bencana yang bisa terjadi selama musim penghujan yakni, tanah longsor, banjir, angin puting beliung, pohon tumbang, serta angin kencang.

"Kondisi geografis wilayah Kabupaten Magelang dikelilingi oleh gunung, dengan kontur tanah miring atau berundak, sehingga hampir seluruh wilayahnya berada di dalam cekungan.Dengan kondisi alam yang seperti ini, wilayah Kabupaten Magelang tergolong daerah rawan bencana. Bahkan, terhitung Januari-Oktober 2021, sebanyak 178 kejadian tanah longsor dan 154 kejadian angin puting beliung, namun tidak ada korban jiwa," tuturnya.

Tak hanya itu, penekanan mitigasi pun dilakukan di daerah Gunung Merapi. Mengingat, aktivitas gunung tersebut sampai sekarang masih dalam kondisi aktif.

"Pengawasan di sekitar wilayah Merapi sudah kami siapkan, mulai dari petugas, pejabat desa, hingga relawan. Karena, memasuki musim penghujan dikhawatirkan bisa terjadi hujan lahar dingin akibat tingginya intensitas air hujan,"tuturnya.

Baca juga: Jaga Kelestarian, Burung Jenis Elang Brontok dan Alap Jambul Dilepasliarkan ke Alam Kulon Progo

Adapun, berdasarkan pemetaan wilayah yang rawan terkena dampak hujan lahar dingin yakni, Kali Bebeng, Kali Putih, Kali Pabelan, Kali Senowo, dan Kali Lamat.

Karena, kelima  sungai  tersebut  berhulu di Gunung Merapi sehingga pemukiman yang berdekatan dengan lokasi rawan diminta tetap berwaspada.

"Antisipasi bencana secara keseluruhan termasuk wilayah Gunung Merapi. Sehingga, diharapkan masyarakat tetap tenang tidak perlu panik berlebihan," ujarnya. (ndg)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved