Breaking News:

Anggaran Kena Refocusing, Revitalisasi Rawa Jombor Klaten Berkurang Puluhan Miliar

Proyek Revitalisasi Rawa Jombor di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten, Jawa Tengah yang sedianya mendapat gelontoran APBN

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Almurfi Syofyan
Seorang petani keramba jaring apung di Rawa Jombor Klaten saat menaiki rakit miliknya untuk mengecek ikan yang ada di keramba miliknya, Senin (23/8/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Proyek Revitalisasi Rawa Jombor di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten, Jawa Tengah yang sedianya mendapat gelontoran APBN tahun 2021 sebesar Rp 105 miliar kena refocusing menjadi Rp 22,5 miliar.

Hal itu diungkapkan oleh Bupati Klaten Sri Mulyani saat TribunJogja.com temui di Pendopo Pemkab Klaten, Selasa (5/10/2021).

"Rawa Jombor ini perjuangan saya ke pusat, ke Kementerian PUPR dan memang butuh waktu yang panjang dan tidak mudah," jelasnya.

Baca juga: Webinar Pengusaha Tangguh Bijak Kelola Uang, UMKM Tergerak Miliki Laporan Keuangan

"Sudah saya mulai sejak tahun 2017 sejak saya jadi Plt Bupati, saya sudah aktif bagaimana rawa jombor ini fungsi utamanya sebagai pengairan, tampungan hujan dan ditambah destinasi wisata," papar Mulyani.

Setelah melalui perjuangan yang cukup panjang, lanjut Mulyani, pada awal tahun 2021 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten mendapat angin segar dari pemerintah pusat jika proyek revitalisasi Rawa Jombor bakal segera dimulai.

"Ada kabar baik (awal) tahun 2021 ini jika sekitar Rp105 miliar digelontorkan untuk revitalisasi rawa jombor," ucapnya.

Namun lanjut Mulyani, karena pandemi Covid-19 belum selesai dan butuh penanganan ekstra dan tentunya menyedot banyak biaya, proyek revitalisasi Rawa Jombor juga terdampak imbasnya.

"Karena pandemi yang masih harus butuh penanganannya dengan nominal yang besar sehingga (dana revitalisasi) itu kena refocusing jadi Rp 50 miliar," ucapnya.

"Tapi kok ada kabar lagi masih kena refocusing jadi Rp20-an miliar. Makanya saya minta  tahun besok rawa jombor ini segera dipulihkan apa yang sudah direncanakan tersebut," pintanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWS-BS), Naryo Widodo membenarkan jika proyek revitalisasi kena refocusing.

"Dulu itu programnya sekitar Rp100 miliar ya tetapi karena pemerintah pusat lakukan refocusing penanganan kesehatan masyarakat itu dipotong atau dikurangi jadi Rp 50 miliar. Namun dalam pelaksanaannya, untuk kegiatan di rawa jombor ini masih kena refocusing lagi kira-kira jadi Rp 22,5 miliar," imbuhnya.

Baca juga: Namanya Disebut Bakal Dilaporkan Natalius Pigai, Sri Sultan HB X : Hubungannya Apa, Ora Ngerti Aku

Menurut Naryo, untuk saat ini revitalisasi Rawa Jombor masih terus dilakukan seperti pembuatan pagar pengaman keliling rawa dan jogging trek.

"Nah ini kegiatannya kita masih buat pagar pengaman di sekitar rawa jombor itu termasuk jogging treknya kira-kira baru 2 kilometer," ucap dia.

Menurutnya, untuk proyek revitalisasi lainnya, saat ini pihaknya menunggu hasil audit teknis harga.

"Ini untuk penanganan di rawa jombor masih menunggu audit teknis harga karena masih ada perbedaan yang belum disepakati antara pihak yang mengerjakan dengan kita. Ini perlu di audit oleh BPKP sebagai dasar kita untuk pembayaran bagi si pelaksana itu," paparnya. (Mur)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved