Breaking News:

Webinar Pengusaha Tangguh Bijak Kelola Uang, UMKM Tergerak Miliki Laporan Keuangan

Puluhan peserta mengikuti webinar Pengusaha Tangguh Bijak Kelola Uang yang diselenggarakan Sekolah Finansial dan KJA (Kantor Jasa Akuntan)

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Kurniatul Hidayah
istimewa
Puluhan peserta mengikuti webinar Pengusaha Tangguh Bijak Kelola Uang yang diselenggarakan Sekolah Finansial dan KJA (Kantor Jasa Akuntan) ASP berkolaborasi dengan HIPPI (Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia) Cabang Sleman, Minggu (3/10/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Puluhan peserta mengikuti webinar Pengusaha Tangguh Bijak Kelola Uang yang diselenggarakan Sekolah Finansial dan KJA (Kantor Jasa Akuntan) ASP berkolaborasi dengan HIPPI (Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia) Cabang Sleman, Minggu (3/10/2021).

Sekitar 60 peserta lebih selain dari Yogyakarta juga banyak yang berasal dari luar daerah seperti .Jawa Barat (Subang, Sukabumi), Jawa Timur(Ngawi), Jawa Tengah(Semarang, Klaten), Kalimantan (Banjarmasin), Sumatera (Jambi).

Peserta tidak hanya dari kalangan pengusaha/pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah), melainkan juga ada guru/dosen akuntansi.

Baca juga: Mahasiswa Amikom Yogyakarta Mulai Mendapatkan Vaksinasi

Pembicara dalam webinar tersebut adalah pendiri sekaligus pemilik KJA ASP dan Sekolah Finansial Atik Sri Purwatiningsih, serta Pemilik Gudeg Yu Djum Moersa Sudarsono.

Sedangkan moderator Kepala Bidang Pelatihan dan Pendidikan HIPPI DPC Sleman Resky Wulan Ramadhanty.

"Kelola keuangan merupakan jantungnya sebuah bisnis. Karena itu UMKM harus mengelola keuangan sejak dari mulai usaha. Kesalahan umum yang sering muncul di kalangan UMKM adalah tidak memiliki catatan pendapatan dan biaya secara rinci atau digabung antara usaha dan rumah, penentuan harga yang tidak tepat atau harga teman, dan menggabungkan keuangan usaha/bisnis dengan pribadi atau penggunaan rekening bersama," beber Atik.

Ia menjelaskan bahwa ada berbagai fungsi laporan yakni mengetahui laba dan rugi usaha, efektivitas keuangan, kewajaran, memeriksa sehat atau tidaknya keuangan usaha, menetapkan strategi usaha, sebagai syarat pengajuan kredit dan untuk mendapatkan investor.

"Apabila seseorang mempunyai laporan keuangan bisa memprediksi usaha lima tahun ke depan sehingga seorang pengusaha bijak dalam mengelola keuangan  dan mempunyai laporan keuangan bisa menjadi pengusaha tangguh," tambahnya.

Baca juga: Namanya Disebut Bakal Dilaporkan Natalius Pigai, Sri Sultan HB X : Hubungannya Apa, Ora Ngerti Aku

Pentingnya laporan keuangan ini juga diakui oleh pengusaha Gudeg Yu Djum Moersa Sudarsono.

Meskipun laporan keuangannya masih secara manual, tetapi setiap hari selalu mencatat pemasukan dan pengeluaran. 

‘’Dulu, ibu saya almarhumah tata kelola keuangannya masih tradisional. Sekarang sudah ada manajemennya dan saya ada catatan pemasukan dan pengeluaran tetapi secara manual. Yang penting ada catatannya, sehingga bisa melihat bulan lalu seperti apa dan bagaimana sekarang menurun atau naik,” kata anak ketiga dari pendiri Gudeg Yu Djum, Djuwariyah.

Sejak Djuwariyah meninggal empat tahun yang lalu, kelima anaknya yang meneruskan usahanya.

Masing-masing memiliki usaha Gudeg Yu Djum generasi kedua dan mempunyai beberapa cabang.

Seperti Moersa memiliki tiga cabang Gudeg Yu Djum.

Bahkan anak Moersa (generasi ketiga) sudah mengembangkan usaha dalam bentuk kaleng Gudeg Yu Djum sejak tiga tahun yang lalu. (Rls)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved