Breaking News:

PSS Sleman

PSS SLEMAN: BCS Desak Marco Gracia Paulo Mundur: "Love Club, Hate Management"

BCS menegaskan bahwa mereka tetap menuntut Dejan Antonic, Arthur Irawan dan Marco Gracia Paulo mundur dari PSS Sleman.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNjogja.com | Bramasto Adhy
Suporter PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo 

"Kami muak dengan basa-basi evaluasi. Kami tekankan sekali lagi, kami muak. Berkat Marco, kini ketidakpercayaan kami telah menjalar. Mulanya kepada Dejan Antonic dan Arthur Irawan yang kami anggap tidak layak menjadi pelatih dan pemain PSS Sleman, kini juga kepadamu sebagai pimpinan,"

"Terima kasih telah membantu kami mengingat bahwa sepak bola tidak bisa hanya sekadar dinikmati, tapi juga diperjuangkan. Itu jalan yang kami pilih dari awal," tegas pernyataan tersebut.

Adapun berdasar update yang disampaikan, BCS menyampaikan bahwa manajemen sudah menemui Sleman Fans di Bandung, dan pascalaga Persik lawan PSS kedua pihak akan bertemu di Bandung.

Seperti diketahui, tuntutan suporter yang meminta pelatih Dejan Antonic untuk mundur dari kursi pelatih belum menemui jawaban yang melegakan lantaran jajaran manajemen PT Putra Sleman Sembada (PSS) memilih memberikan teguran keras sekaligus kesempatan berbenah untuk sang juru taktik asal Serbia, menyusul jebloknya performa di seri 1 Liga 1 2021/22.

Klarifikasi Marco

Dirut PT PSS, Marco Garcia Paolo saat memberi keterangan soal pemain asing PSS Sleman kepada wartawan di kawasan Jalan Kaliurang Km 12, Jumat (27/8/2021).
Dirut PT PSS, Marco Garcia Paolo saat memberi keterangan soal pemain asing PSS Sleman kepada wartawan di kawasan Jalan Kaliurang Km 12, Jumat (27/8/2021). (TRIBUNJOGJA.COM / Taufiq Syarifudin)

Akan tetapi, tuntutan suporter justru berbuah ultimatum dari Marco Gracia Paulo yang mengatakan bahwa pihaknya bersedia memenuhi tuntutan suporter, namun  dengan syarat PSS Sleman bakal dipindahkan home base-nya.

Namun kemudian Marco mengklarifikasi statemennya terkait akan memindahkan PSS Sleman jika memenuhi desakan untuk memecat Dejan Antonic dari kursi pelatih PSS Sleman yang diucapkannya pada Kamis (30/9/2021).

Ia menyebut bahwa pemindahan PSS Sleman tidak akan pernah terjadi.

"Memang ini sebetulnya masalah komunikasi, pertama saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Sleman, tentu khususnya kepada Sleman fans. Saya pastikan PSS ini punya Sleman, dan Selamanya akan di Sleman," ujarnya kepada wartawan, Jumat (1/9/2021).

Ia membeberkan kemudian membeberkan statemen itu muncul secara spontan karena berada di bawah tekanan yang luar biasa, serta pada waktu yang bersamaan ia mengaku masih dalam kondisi kurang baik.

"Ya saya juga manusia, apalagi dapat teror kanan kiri, ya pastinya saya bereaksi uga, dan kondisi saya pas kurang tidur selama dua hari dua malam kemarin. Bukan alasan memang, tapi karena semua bergabung jadi satu dan akhirnya terjadi seperti itu. Dan itu murni secara spontan, tapi saya pastikan tidak ada rencana ke sana, tapi kemarin itu saya sampaikan karena tekanannya tinggi. Tapi rekan-rekan harus percaya juga," kata Marco.

Pelatih PSS Sleman, Dejan Antonic.
Pelatih PSS Sleman, Dejan Antonic. (Dok PSS)

Selanjutnya ia membeberkan untuk memecat pelatih PSS saat ini, Dejan Antonic tidak bisa dilakukan begitu saja, ada proses yang musti dijalani untuk dinilai apakah Dejan masih layak atau tidak melatih tim melalui serangkaian prosedur yang telah ditetapkan manajemen.

"Saya mengganti pelatih bukan karena desakan, tapi mengganti karena yakin dengan semua tools yang kita gunakan, apakah ini saatnya mengganti atau belum. Kalau sekarang jelang lawan Persik, tentu belum kita ganti," kata eks CEO Badak Lampung itu.

Marco menceritakan bahwa ia telah melakukan perbincangan dan meminta penilaian dengan seluruh pemain terkait Dejan Antonic. Hasilnya ia menyebut para pemain masih ingin dilatih oleh pelatih asal Serbia tersebut, terlepas dari hasil minor sampai pekan kelima BRI Liga 1 2021/2022.

"Saya ngobrol juga sama anak-anak mereka tidak ada masalah dari sisi teknis atau non teknis, mereka justru nyaman dan berharap Dejan jangan diganti. Karena mereka minta maaf karena belum bisa kasih yang terbaik, bahkan manajemen sudah sediakan dengan baik," jelasnya.

Selain itu, Marco juga mengatakan jika pihaknya akan berkomunikasi kembali dengan Pemerintah Kabupaten Sleman, yakni Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo untuk menegaskan jika PSS tidak akan pindah dari Bumi Sembada.

Di sisi lain Kustini Sri Purnomo juga telah menegaskan dalam twitnya di media sosial jika PSS Sleman akan tetap bermarkas di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta. (TRIBUNJOGJA.COM/ HAN)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved