Pemain PSBS Biak Ancam Mogok Tanding
Breaking News : Empat Bulan Gaji Tak Dibayar, Para Pemain PSBS Biak Mogok Bertanding
Para pemain PSBS menyatakan ancaman mogok berlatih dan bermain dalam lanjutan kompetisi Super League musim 2025/2026 melawan Dewa United
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kisruh internal di PSBS Biak mulai memuncak. Para pemain menyatakan ancaman akan mogok berlatih dan bermain dalam lanjutan kompetisi Super League musim 2025/2026 melawan Dewa United, Jumat (8/5/2026) nanti.
Ancaman tersebut dipicu oleh tunggakan gaji selama empat bulan yang belum diselesaikan oleh manajemen klub.
Para pemain telah berkumpul dan membuat pertemuan dengan manajer tim, staf ofisial, dan pelatih, pada Selasa (5/5/2026) malam.
Dalam pertemuan itu para pemain telah bersepakat menyatukan suara agar pihak manajemen segera menyelesaikan hak-hak mereka.
"Kami minta gaji yang tertunggak ini dilunasi baru kami mau main lawan Dewa," kata salah satu pemain PSBS Biak Nelson Alom, Selasa (5/5/2026) malam.
Selain meminta gaji, lanjut Nelson, para pemain juga meminta jika manajemen sudah mendapatkan sumber dana, maka mekanismenya harus pemain dulu yang didahulukan untuk mendapatkan gajinya.
"Gaji pemain dulu, jangan dipergunakan untuk yang lain," tegasnya.
Oleh karena itu, menurut Nelson, para pemain saat ini telah bersepakat, jika pada hari Kamis (7/5/2026) nanti manajemen tidak melunasi gaji.
Maka para pemain tidak akan melakukan latihan dan official training jelang melawan Dewa United tersebut.
"Kami juga tidak mau Coach Mihail kembali," jelasnya.
Baca juga: Jelang Final Liga 2 PSS Sleman vs Garudayaksa FC: Super Elja Berpeluang Tampil Full Team
Sementara, Manajer PSBS Biak Alex Yarangga menjelaskan jika ketegasan para pemain itu bukan sekadar gertakan.
Ada komitmen kolektif di ruang ganti jika belum ada kepastian pembayaran dari pihak manajemen.
"Iya benar (tidak mau main dan latihan). Saya sebagai manajer akan melanjutkan bagian ini ke dewan direksi untuk bisa menyelesaikan hak-hak pemain dan ofisial, apalagi kompetisi akan berakhir Mei ini," cetusnya.
Alex pun juga berharap supaya manajemen dan dewan direksi segera menyikapi dan menyelesaikan masalah tersebut.
Sebab pihaknya tak ingin terjadi masalah di sisa pertandingan yang ada di kompetisi Super League musim 2025/2026 ini.
"Apalagi sampai pemain mau mogok bertanding, kan ini menjadi soal. Mudah-mudahan ada solusi untuk pertanyaan daripada teman-teman (pemain) dan ofisial semua," tandasnya. (*)
| Hujan Ringan Guyur Kulon Progo, Sleman dan Gunungkidul Hari Ini |
|
|---|
| JOGJA HARI INI : Pecahkan Misteri Teror Api |
|
|---|
| Misteri Rumah Api Seyegan Sleman, PLN Pastikan Instalasi Listrik Aman dari Konsleting |
|
|---|
| Terlalu Sering “Bergoyang”, Patung Messi di India Bakal Dibongkar |
|
|---|
| Putin Danai Proyek Antipenuaan Rp463 Triliun Demi Umur Panjang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Breaking-News-Empat-Bulan-Gaji-Tak-Dibayar-Para-Pemain-PSBS-Biak-Mogok-Bertanding.jpg)