Breaking News:

PSS Sleman

PSS SLEMAN: BCS Desak Marco Gracia Paulo Mundur: "Love Club, Hate Management"

BCS menegaskan bahwa mereka tetap menuntut Dejan Antonic, Arthur Irawan dan Marco Gracia Paulo mundur dari PSS Sleman.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNjogja.com | Bramasto Adhy
Suporter PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN- Wadah suporter PSS Sleman, Brigata Curva Sud merilis official statement "Love Club, Hate Management", Minggu (3/10), menyikapi gejolak yang terjadi di klub kebanggaan masyarakat Kabupaten Sleman tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

Disampaikan melalui cuitan di akun twitter @BCSxPSS_1976, suporter PSS penghuni tribun selatan ini menegaskan bahwa mereka tetap menuntut Dejan Antonic, Arthur Irawan dan Marco Gracia Paulo mundur dari PSS Sleman.

Dalam official statement tersebut disampaikan, sekira 1.000 Sleman Fans datang ke Bandung bertepatan dengan laga terakhir seri pertama Liga 1 2021, bertepatan dengan laga antara Persik Kediri kontra PSS Sleman di Stadion Si Jalak Harupat, Minggu (3/10).

Kedatangan Sleman Fans tersebut untuk mengantar pesan, langsung ke depan muka manajemen PSS dan menegaskan tuntutan yang belum terpenuhi.

"Perlu diketahui, tuntutan #DejanOut merupakan satu tuntutan objektif paling mendesak. Meski belum terpenuhi, tuntutan tersebut telah mampu membongkar watak culas dan tamak Manajemen PSS lewat pernyataan Direktur Utama PT. PSS, Marco Gracia Paulo," tertulis dalam cuitan official statement dari BCS.

'Atas kesaksian perwakilan Manajemen PSS dan perwakilan Sleman Fans yang berunding di Omah PSS pada 30 September 2021. Alih-alih memenuhi tuntutan, Marco justru memberikan ancaman ketika dihubungi melalui sambungan telpon," lanjut pernyataan tersebut.

"Tuntutan #dejanout akan dipenuhi tetapi, PSS Sleman akan dipindah." ujar Marco. Pernyataan tersebut sontak menyakiti hati kami, Sleman Fans terkhusus seluruh masyarakat Sleman,"

"Tentu kawan tentu, orang jujur, profesional nan penuh percaya diri seperti Marco pasti bersungguh-sungguh dan yakin dengan pernyataan itu. Kecuali ia berbohong, lagi. Untuk sekadar menghindar dari tuntutan utama kita.

Para pemain PSS saat menyapa salah satu kelompok suporter mereka, Brigata Curva Sud (BCS) usai pertandingan eksibisi melawan Bali United di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (20/12/2015) malam.
Para pemain PSS saat menyapa salah satu kelompok suporter mereka, Brigata Curva Sud (BCS) usai pertandingan eksibisi melawan Bali United di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (20/12/2015) malam. (Tribun Jogja/Susilo Wahid Nugroho)

"Ancaman itu memang betul keluar seorang Direktur Utama PT. PSS. Kami menganggap, ancaman semacam ini akan mungkin keluar dari orang tamak yang merasa mampu memindahkan PSS Sleman dari tanah kelahirannya,"

Lebih lanjut dalam official statement tersebut BCS menyampaikan, permintaan maaf lewat rilis klub berjudul "PSS Akan Tetap Ada di Sleman" pada 1 Oktober 2021 tidak mengubah apapun. Sebab, tuntutan utama #DejanOut belum terpenuhi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved