Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Manfaatkan PPKM untuk Capacity Building Kampung Wisata
Saat ini DIY masih berstatus PPKM level III, sehingga membuat kampung wisata masih belum bisa menerima kunjungan wisatawan
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pandemi COVID-19 membuat kampung wisata di Kota Yogyakarta menutup aktivitas wisata untuk sementara.
Apalagi, saat ini DIY masih berstatus PPKM level III, sehingga membuat kampung wisata masih belum bisa menerima kunjungan.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Wahyu Hendratmoko, mengatakan ada 17 kampung wisata di Kota Yogyakarta.
Selama pandemi COVID-19 seluruh kampung wisata menutup aktivitas wisatanya.
"Beberapa kampung sempat buka dan menerima kunjungan wisatawan, tetapi setelah itu tutup lagi karena sekarang kan masih PPKM level III," katanya, Minggu (03/10/2021).
Meski tutup sementara, Wahyu menyebut semangat pengelola kampung wisata masih tinggi.
Para pengelola masih terus berkomitmen untuk mempertahankan kampung wisata di wilayahnya.
Pihaknya juga terus melakukan pendampingan. Adanya pandemi COVID-19 justru dimanfaatkan untuk membangun sumber daya manusia di kampung wisata.
Tak hanya itu, penutupan kampung wisata juga dimanfaatkan untuk memperbaiki fasilitas di kampung wisata.
"Jadi pengelola kampung wisata tidak loyo. Justru kami manfaatkan untuk capacity building, sehingga dapat meningkatkan kapasitas kampung wisata,"lanjutnya.
Menurut dia, kunjungan wisata ke kampung wisata di Kota Yogyakarta masih belum terlalu tinggi.
Untuk itu pihaknya terus mendorong agar kampung wisata terus melakukan perbaikan.
"Makanya kemarin kami bantu dengan aplikasi Kamelia (kampung wisata melayani dengan aplikasi). Sehingga kampung wisata dapat bersaing dan pengunjung juga dimudahkan,"ujarnya. (*)