Ribut Urusan Ranjang dan Cinta Segitiga Berujung Nahas, Suami Tega Bakar Istri dan Anak

Akibat peristiwa tersebut, Siti harus menjalani perawatan karena mengalami luka bakar yang cukup serius di sekujur tubuhnya. 

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
dok.istimewa
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Peristiwa nahas menimpa seorang perempuan dan anak di wilayah Probolinggo, Jawa Timur.

Perempuan yang diketahui bernama Siti tersebut menjadi korban aksi pembakaran dari suaminya, Adi Susanto.

Bahkan, sang anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) turut menjadi korban dalam peristiwa nahas tersebut.

Akibat peristiwa tersebut, Siti harus menjalani perawatan karena mengalami luka bakar yang cukup serius di sekujur tubuhnya. 

Kronologi kejadian

Dikutip dari SuryaMalang, kejadian nahas yang menimpa korban terjadi pada Rabu (29/9/2021) malam.

Lokasinya berada di tempat tinggal korban di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.

Aksi pembakaran ini bermula saat Siti berboncengan dengan anaknya yang masih duduk di bangku SD mengendarai motor.

Saat tiba di lokasi, Adi menghentikan laju motor yang dikendarai Siti.

Siti dan Adi langsung terlibat cekcok di tempat tersebut.

Tiba-tiba, Adi menyiramkan bensin ke tubuh Siti, kemudian menyulutnya dengan korek api.

Api pun langsung berkobar dan membakar tubuh Siti.

Karena terkena cipratan bensin, kaki sang anak turut terbakar.

Api juga menjalar ke motor dan tas berisi pakaian milik Siti.

Melihat itu, warga berusaha memadamkan api dengan air dan pasir.

Api di tubuh korban dan motor baru bisa padam sekitar 15 menit.

Pelaku ditangkap warga

Seorang saksi mata bernama Sohib Ansori memberikan kesaksiannya.

Ia menyebut, Setelah membakar istri dan anaknya, Adi langsung pulang ke rumahnya yang berjarak hanya beberapa meter dari lokasi pembakaran.

"Dia mau mengambil mobil. Sepertinya dia mau melarikan diri. Tetapi warga berhasil menangkapnya," terangnya, dikutip dari SuryaMalang, Jumat (1/10/2021).

Adi menyebut awalnya sang istri pamit periksa di bidan pada pagi hari.

Tapi, sang istri tak kunjung pulang sampai malam.

Ulah Siti itu yang membuat Adi naik pitam sehingga tega membakar Siti.

Rumah tangga Adi dan Siti memang dikabarkan tak harmonis.

"Jadi, istrinya pamit periksa ke bidan. Ternyata pulang ke rumah Alastlogo," terangnya.

Ribut urusan ranjang

Perangkat Desa Tanjung Rejo, Buradianto, juga memberikan penjelasan terkait peristiwa nahas tersebut.

Kasus penganiayaan ini diduga dipicu oleh sejumlah masalah.

Pelaku gelap mata membakar istrinya karena urusan ranjang.

Pelaku kerap minta berhubungan badan hingga lima kali sehari.

"Sang suami (Adi) sering meminta hubungan badan sehari bisa 5 kali. Korban tidak mampu melayani. Kalau tidak diberi jatah suaminya langsung marah," kata Buradianto dikutip dari SuryaMalang.

Sementara, status Adi dan Siti adalah pasangan nikah siri.

Adi menikahi Siti secara siri tujuh bulan lalu, kini Siti tengah hamil muda.

Adi dikenal sering bergonta-ganti pasangan atau istri dan nikah cerai sudah lakoni beberapa kali.

"Pelaku sering menikah. Pelaku dan korban statusnya nikah siri. Korban merupakan janda ditinggal mati suami pertamanya."

"Sekitar 7 bulanan mereka nikah siri. Sekarang korban sedang hamil muda. Korban curhat ke bidan bila rumah tangganya tak harmonis," tandasnya.

Ada motif cinta segitiga

Kapolresta Probolinggo, AKBP RM Jauhari, membenarkan kasus ini.

Sedangkan untuk motifnya, pelaku cemburu kepada korban.

"Pertengkaran antara pelaku dan korban berujung pembakaran lantaran keduanya saling cemburu."

"Di mana si korban berselingkuh dengan laki-laki lain," urai Jauhari, dikutip dari SuryaMalang.

Jauhari menambahkan, pasangan suami istri ini sering terlibat cekcok.

"Korban dan pelaku sering bertengkar. Puncak kemarahan pelaku saat kejadian (pembakaran) itu," lanjutnya.

Artikel ini telah tayang di SuryaMalang.com dengan judul Suami Bakar Istri dan Anak Hidup-Hidup di Probolinggo, Polisi Ungkap Ada Dugaan Motif Cemburu

(Tribunnews.com/Endra Kurniawan)(SuryaMalang/Danendra Kusuma)

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved