Kota Yogyakarta

800 Pedagang Belum Vaksin, Disdag Kota Yogya Target Selesai Oktober

Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta bakal menggenjot vaksinasi bagi pedagang dan pelaku pasar di Kota Yogyakarta.

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
IST
Ilustrasi vaksin covid 19 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta bakal menggenjot vaksinasi bagi pedagang dan pelaku pasar di Kota Yogyakarta

Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Yunianto Dwisutono mengatakan capaian vaksinasi pedagang tinggi, bahkan mencapai 90 persen.

Dari sekitar 13ribu pedagang dan pelaku pasar di Kota Yogyakarta, masih ada 800an yang mendapat vaksin.

"Vaksinasi untuk pedagang, buruh gendong, dan pelaku pasar lainnya sudah divaksin sejak lama, tetapi kan belum semuanya. Kami akan menggenjot vaksinasi sehingga semua pedagang bisa divaksin," katanya, Kamis (30/09/2021).

Baca juga: Disdag Kota Yogya Siapkan Pasar Agar Gunakan PeduliLindungi

Ia menargetkan vaksinasi untuk pedagang dan pelaku pasar bisa rampung Oktober 2021.

Untuk itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta terkait pelaksanaan vaksinasi.

"Kemarin kami sudah melakukan vaksinasi juga di Pasar Prawirotaman, adasekitar 200an yang ikut. Harapannya Bulan Oktober sudah 100 persen," sambungnya.

Selain untuk meningkatkan kekebalan tubuh para pedagang dan pelaku pasar, vakasinasi juga berrtujuan untuk menekan penularan Covid-19 di area pasar.

Baca juga: Sasar Pengunjung dan Pedagang, Kodim 0731 Kulon Progo Gelar Vaksinasi Mobile di Pasar Wates

Tak hanya itu, pihaknya tengah mengupayakan agar Pasar Praawirotaman bisa mengimplementasikan aplikasi PeduliLindungi. 

Menurut dia, jika aplikasi PeduliLindungi bisa diterapkan, dapat menjaga pedagang dan pelaku pasar lainnya dari paparan Covid-19.

Saat ini, pihaknya tengah berkoordinasi dengan  Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asperindo) agar Pasar Prawirotaman bisa menerapkan aplikasi PeduliLindungi. 

"Ini untuk kita semua, supaya pedangan aman, para pembeli aman, masyarakat juga nyaman. Saat ini kami berkoordinasi dengan Asperindo, karena asosiasi ini yang memberikan masukan ke Kementerian Perdagangan, apakah pasar tersebut siap atau tidak," tambahnya. ( Tribunjogjja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved