Kabupaten Kulon Progo

Sosialisasi ke Masyarakat Terdampak Pembangunan Jalan Tol di Kulon Progo Tunggu IPL Diterbitkan

Sosialisasi Tol Solo-Yogyakarta-Bandara YIA masih menunggu diterbitkannya Izin Penetapan Lokasi (IPL) yang diterbitkan oleh Pemda DI Yogyakarta.

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Sri Cahyani Putri Purwaningsih
Kepala Bappeda Kulon Progo, Triyono saat ditemui Rabu (29/9/2021). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pembangunan jalan Tol Solo-Yogyakarta-Bandara YIA Kulon Progo terus berlanjut.

Namun untuk rencana pembangunan jalan tol di wilayah Kulon Progo hingga saat ini belum ada sosialisasi secara resmi kepada masyarakat yang akan terdampak pembangunan tersebut.

Sebab masih menunggu diterbitkannya Izin Penetapan Lokasi (IPL) yang diterbitkan oleh pemerintah daerah (Pemda) DI Yogyakarta.

Kepala Bappeda Kulon Progo, Triyono mengatakan pihaknya akan melakukan sosialisasi ke masyarakat yang lahannya terdampak jalan tol bila IPL sudah ada. 

Baca juga: Dongkrak Roda Perekonomian, Pemkab Kulon Progo Minta Ada 3 Exit Tol

"Nanti kalau sudah ada IPL dari gubernur baru warga yang lahannya terdampak jalan tol akan diundang untuk diberikan sosialisasi. Kemudian tim apraisal (penilai) independen akan melakukan pengukuran. Bila masyarakat setuju dengan hasilnya lahan mereka akan dibayar. Kalau tidak setuju tentunya akan melalui proses yang panjang," terangnya saat ditemui, Rabu (29/9/2021). 

"Tetapi karena sekarang jamannya informasi mudah didapat, sebenarnya masyarakat sudah tahu ruas jalur jalan tol nantinya akan lewat mana saja," lanjutnya. 

Dikatakan Triyono, pembangunan jalan tol di Kulon Progo akan melewati 6 kapanewon meliputi Sentolo, Pengasih, Wates, Nanggulan, Temon dan Kokap, serta 15 kalurahan.

Namun, ia tidak hafal secara pasti lokasi belasan kalurahan yang akan terdampak jalan tol tersebut. 

"Kalau secara detail kalurahannya tidak hafal. Sepertinya kalau di Kapanewon Sentolo ada Banguncipto, Sentolo, Kaliagung; Pengasih ada Sendangsari, Pengasih, Karangsari, Tawangsari; Kokap di Hargomulyo, Nanggulan yang berbatasan dengan Sentolo dan Wates," katanya. 

Sedangkan terkait dengan harga tanah akan ditentukan oleh tim apraisal independen.

Harga tanah tidak bisa diintervensi oleh siapapun.

Sebab tim apraisal memiliki rumusan sendiri pembayaran tanah sesuai dengan peraturan yang ada. 

Baca juga: Trase Pembangunan Jalan Tol Solo-Jogja-Bandara YIA Lewati 6 Kapanewon di Kulon Progo

"Tapi kalau saya melihat dari pengalaman yang lalu saat pembebasan lahan untuk lahan Bandara YIA dan jalur rel KA Bandara YIA, selama ini menguntungkan bagi masyarakat. Harapan kita juga warga yang terdampak akan mendapatkan ganti untung bukan ganti rugi," ucapnya.

Seperti diketahui, trase jalan tol Solo-Jogja-Bandara YIA Kulon Progo dibangun sepanjang 97 kilometer.

Dalam pengerjaannya dibagi menjadi 3 seksi. 

Untuk seksi 1 dari Solo-Purwomartani, Seksi 2 dari Purwomartani-Sleman dan Seksi 3 dari Sleman-Bandara YIA Kulon Progo.

Khusus di seksi 3, ruas jalan tol mencapai hampir 30 kilometer dan dibuat secara at grade (di atas tanah) bukan elevated (melayang). ( Tribunjogja.com

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved