Kabupaten Kulon Progo
Dongkrak Roda Perekonomian, Pemkab Kulon Progo Minta Ada 3 Exit Tol
Dengan adanya exit tol tersebut diharapkan dapat menggerakkan roda perekonomian di Kulon Progo.
Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo meminta ada 3 exit tol pada pembangunan jalan tol Solo-Jogja-Bandara YIA Kulon Progo.
Dengan adanya exit tol tersebut diharapkan dapat menggerakkan roda perekonomian di Kulon Progo.
Kepala Bappeda Kulon Progo, Triyono mengatakan ketiga exit tol itu nantinya terletak di Sentolo, Wates dan Bandara YIA, Temon.
Exi tol dibangun di Sentolo karena untuk mendukung kawasan peruntukkan industri yang ada di kapanewon tersebut.
Baca juga: Trase Pembangunan Jalan Tol Solo-Jogja-Bandara YIA Lewati 6 Kapanewon di Kulon Progo
Sementara di Wates diharapkan dapat menghubungkan dan mengembangkan roda perekonomian di pusat kota Wates bagian timur.
Serta di Bandara YIA untuk mendukung kawasan aetropolis dan konektivitas jalur Bedah Menoreh.
"Namun kami minta exit tol di Sentolo dibangun bukan di tahap awal karena akan difokuskan untuk mensupport kawasan industri. Sebab kawasan industri saat ini belum berjalan seperti yang direncanakan dan belum ada perusahaan yang beroperasi sehingga exit tol di Sentolo di tahap pembangunan selanjutnya setelah Wates dan YIA," tuturnya, Rabu (29/9/2021).
Dengan adanya exit tol tersebut maka roda perekonomian masyarakat di Kulon Progo lebih dinamis.
Pembangunan jalan tol, kata Triyono, juga diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas menuju kawasan destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) Borobudur.
Sehingga mendukung target pencapaian kunjungan 2 juta wisatawan mancanegara (wisman) pada 2024.
Baca juga: Kabar Terbaru Proyek Tol Bawen Solo Yogyakarta hingga Bandara Kulon Progo
Adapun terkait dengan produk UMKM yang akan dijual di rest area, hingga saat ini belum ada diskusi resmi antara pihak terkait dengan Bappeda Kulon Progo.
Namun bila benar adanya, produk yang dijual di rest area nantinya tidak hanya produk yang diproduksi oleh investor-investor yang selama ini mengikuti jalan tol.
Sebab sudah ada peraturan yang mengatur produk UMKM setempat harus dijual di rest area.
Sehingga produk UMKM di Kulon Progo harus dilibatkan.
"Jadi kami harapkan betul. Tidak sekadar memenuhi peraturan. Sehingga adanya rest area dapat memberikan manfaat bagi UMKM di Kulon Progo," ucapnya. ( Tribunjogja.com )