Berita Kesehatan

Ini yang Harus Dilakukan Jika Anak Anda Mengalami Radang Amandel

Gejala umum radang amandel yang banyak ditemukan yakni berupa sakit tenggorokan, amandel bengkak dan disertai demam

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
everyday health
Tonsilitis atau amandel 

- Sakit tenggorokan
- Bau mulut (halitosis)
- Kelenjar getah bening lembut di leher

Tonsilitis kronis juga dapat menyebabkan batu amandel, di mana bahan-bahan seperti sel mati, air liur, dan makanan menumpuk di celah-celah amandel Anda.

Akhirnya, puing-puing tersebut bisa mengeras menjadi batu-batu kecil. Ini mungkin lepas dengan sendirinya, atau mungkin perlu dikeluarkan oleh dokter.

Dokter Anda mungkin merekomendasikan operasi amandel untuk mengangkat amandel Anda dengan pembedahan jika Anda menderita tonsilitis kronis.

Tonsilitis berulang

Seperti tonsilitis kronis, pengobatan standar untuk tonsilitis berulang adalah tonsilektomi. Tonsilitis berulang sering didefinisikan sebagai:

- Sakit tenggorokan atau tonsilitis setidaknya 5 hingga 7 kali dalam 1 tahun
- Terjadi setidaknya 5 kali dalam setiap 2 tahun sebelumnya
- Terjadi setidaknya 3 kali di masing-masing 3 tahun sebelumnya

Penelitian dari 2018 menunjukkan bahwa tonsilitis kronis dan berulang dapat disebabkan oleh biofilm di lipatan tonsil.

Biofilm adalah komunitas mikroorganisme dengan peningkatan resistensi antibiotik yang dapat menyebabkan infeksi berulang.

Genetika juga bisa menjadi alasan tonsilitis berulang.

Sebuah studi tahun 2019 meneliti amandel anak-anak yang mengalami tonsilitis berulang. Studi tersebut menemukan bahwa genetika dapat menyebabkan respons kekebalan yang buruk terhadap bakteri streptokokus grup A , yang menyebabkan radang tenggorokan dan tonsilitis.

Apakah penyakit amandel menular?

Jika Anda menderita tonsilitis, Anda mungkin tertular 24 hingga 48 jam sebelum Anda mengalami gejala apa pun. Anda mungkin masih bisa menyebarkan penyakit sampai Anda tidak lagi sakit.

Jika Anda mengonsumsi antibiotik untuk tonsilitis bakterial, penularannya harus dihentikan setelah 24 jam.

Anda dapat menularkan tonsilitis jika seseorang dengan infeksi batuk atau bersin di dekat Anda dan Anda menghirup tetesannya. Jika Anda menyentuh benda yang terkontaminasi, seperti gagang pintu, lalu menyentuh hidung atau mulut, Anda juga dapat mengalami tonsilitis.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved