Pendidikan

Seminggu PTM Bergulir, Pemkot Yogya Lakukan Koordinasi Intensif dengan Pemda DIY

Pemkot Yogyakarta melakukan evaluasi secara bertahap terkait pembelajaran tatap muka (PTM) yang sudah berlangsung satu pekan terakhir.

Tayang:
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM/ Azka Ramadhan
Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Yogya, Heroe Poerwadi 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melakukan evaluasi secara bertahap terkait pembelajaran tatap muka (PTM) yang sudah berlangsung satu pekan terakhir, khususnya, tingkat SD dan SMP. 

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori menyatakan, setiap kebijakan yang ditempuhnya pun selalu dikoordinasikan dengan Pemerintah Daerah (Pemda) DIY. 

Penularan Covid-19 di tengah sekolah luring yang telah terjadi di Gunungkidul, memang jadi atensi Pemda DIY.

Gubernur Sri Sultan Hamengku Buwono X pun sudah menegaskan evaluasi akan dilakukannya. 

Baca juga: Capaian Vaksinasi Pelajar Sentuh 82 Persen, Pemkot Yogya Percaya Diri Gulirkan PTM

"Kita koordinasi dengan provinsi terus, secara intensif, mengenai pelaksanaan PTM ini. Semua langkah, ya, kita koordinasikan," katanya Senin (27/9/2021). 

Namun, Budi memastikan, pelaksanaan PTM di Kota Yogyakarta sampai sejauh ini berjalan lancar.

Ia menilai, sekolah dan peserta didik mampu menerapkan protokol kesehatan sesuai ketentuan pemerintah. 

"Alhamdulillah lancar, prokes dan sebagainya tidak ada kendala. Baik-baik saja kok itu," katanya. 

Terlebih, capaian vaksinasi pelajar yang sudah terbilang tinggi membuat pihaknya percaya diri menggelar PTM.

Sementara pelajar di bawah 12 tahun, saat ini belum direkomendasikan untuk mengikuti PTM. 

"Kita sudah di atas 85 persen (capaian vaksinasi pelajar). Untuk SD yang masuk baru kelas VI saja, yang kelas V (ke bawah) belum mulai," ujar Kadisdikpora. 

Baca juga: PTM di DI Yogyakarta Dimulai, Sekolah dan Keluarga Harus Bersama Jaga Anak Terhindar dari Covid-19

Sebelumnya, Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Yogya, Heroe Poerwadi mengatakan, pihaknya telah melakukan simulasi berulang kali sebelum putuskan menggelar kegiatan belajar mengajar secara luring. 

Bahkan, sebelum lonjakan Covid-19 pada Juli 2021 lalu, Pemkot sempat menggulirkan uji coba.

Kini, tiap sekolah yang hendak menggulirkan PTM pun harus melewati verifikasi yang dilaksanakan Disdikpora. 

"Jadi, sekolah yang mulai (PTM) itu, sudah menjalani verifikasi dua kali oleh Dikpora. Penekanannya, terkait fasilitas prokes, mekanisme pelaksanaan pembelajaran, hingga keluar masuk siswa," cetusnya. 

"Jadi, sebenarnya mereka melakukan persiapan itu sejak lama. Paturannya dari Januari juga sudah ada. Saya sidak beberapa kali itu," tambah Heroe. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved