PTM di DI Yogyakarta Dimulai, Sekolah dan Keluarga Harus Bersama Jaga Anak Terhindar dari Covid-19

Pembelajaran tatap muka (PTM) yang sudah mulai bergulir di DI Yogyakarta masih menimbulkan kekhawatiran bagi sejumlah orang tua.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
dok.istimewa
ilustrasi berita pendidikan 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pembelajaran tatap muka (PTM) yang sudah mulai bergulir di DI Yogyakarta masih menimbulkan kekhawatiran bagi sejumlah orang tua.

Hal ini karena klaster baru Covid-19 mulai bermunculan di sekolah. Padahal, sekolah harus menjadi salah satu tempat paling aman bagi anak agar terhindar dari penyebaran virus corona.

Maka dari itu, Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik dari Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM), dr Raden Ludhang Pradipta Rizki MBiotech SpMK meminta keluarga dan sekolah bersama-sama menjaga anak saat melaksanakan PTM.

Baca juga: Lustrum XV, Kagama Pertanian UGM Gelar Temu Alumni dan Family Gathering Virtual

“Selagi virus ada di sekitar kita dan semuanya ingin mendapat pelajaran tatap muka, ini harus dilakukan bertahap. Artinya, harus dipastikan, sekolah siap atau tidak melaksanakan PTM itu,” bebernya, Sabtu (25/9/2021),

Ludhang menjelaskan, kesiapan bukan hanya terpaku di bagian infrastruktur, tapi juga mental guru yang mengajar. Sebab, selama dua tahun ini, agenda belajar mengajar diselenggarakan secara daring dan butuh adaptasi apabila akan dilakukan secara luring.

“Kesiapan infrastruktur misalnya, ruangannya bagaimana, ada SOPnya tidak? Alurnya bagaimana? Ruang kelasnya mencukup tidak?” papar Ludhang.

Ia mengungkapkan, pengendalian sekolah juga harus bertahap. Selama ini, cakupan vaksinasi Covid-19 untuk anak masih berkisar di usia 12-17 tahun saja.

Untuk itu, siswa yang berusia di bawahnya sebaiknya tidak perlu masuk sekolah terlebih dahulu.

“Kalau PAUD, ya tunda dulu saja. SD kelas 6 dulu yang masuk, yang sudah divaksin. Jangan siswa kelas 1-5 masuk semua,” terangnya.

Baca juga: Ini Kata Dinas Pariwisata Sleman Soal Wisatawan yang Tak Mau Install Aplikasi PeduliLindungi 

Dikatakan Ludhang, orang tua juga memiliki peran penting untuk menjaga anak. Ketika sekolah sudah memastikan keamanan selama PTM, maka orang tua harus bisa memastikan anaknya terhindar dari Covid-19.

Dengan begitu, anak bisa terlindungi baik saat di rumah maupun di sekolah.

“Ya orang tua harus bisa rem ego juga. Misalkan, mal sekarang sudah dibuka, jangan ke mal dulu. Jangan wisata dulu. Takutnya, jika tertular, maka itu tertular dari luar rumah kan, bukan dari sekolah. Momentum PTM ini harus dijaga, jangan sampai kecolongan,” jelasnya. (ard)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved