Antisipasi Klaster PTM, Disdikbud Kabupaten Magelang Perkuat Prokes di Sekolah

Antisipasi Klaster PTM, Disdikbud Kabupaten Magelang Perkuat Prokes di Sekolah

Tribunjogja
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Aziz Amin Mujahidin 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Mengantisipasi munculnya klaster pembelajaran tatap muka (PTM), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Magelang melakukan pengetatan protokol kesehatan (prokes) di masing-masing sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Azis Amin Mujahidin mengatakan, pengetatan prokes dilakukan menyusul adanya temuan klaster PTM di wilayah lain.

"Meskipun, selama PTM  berlangsung di sini sebanyak 44 sekolah tidak ditemui adanya penularan. Namun, kami tak ingin lalai mengingat banyak kejadian (penularan) di daerah lain. Sehingga, langkah yang kami ambil untuk antisipasinya dengan prokes yang sangat ketat," ujarnya kepada Tribunjogja.com, pada Minggu (26/09/2021).

Adapun, pengetatan yang dimaksud oleh pihaknya meliputi, mengoptimalisasikan fungsi satgas sekolah untuk mengedukasi prokes di sekolah dan keluarga.

Kemudian, tetap menjalin komunikasi dengan pihak sekolah untuk mengevaluasi kondisi PTM dengan melaporkan kesehatan dari guru, siswa, dan tenaga pendidik (tendik).

"Selain itu, kami akan terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk akselerasi vaksinasi bagi pelajar. Karena, percepatan vaksinasi masih menjadi fokus utama kami untuk memantapkan pelaksanaan PTM," tuturnya.

Baca juga: PTM di DI Yogyakarta Dimulai, Sekolah dan Keluarga Harus Bersama Jaga Anak Terhindar dari Covid-19

Baca juga: Muncul Klaster Penularan Covid-19 di Sekolah saat PTM, Sri Sultan HB X : Akan Ada Evaluasi

Sementara itu, pihaknya juga mengimbau kepada sekolah yang melaksanakan PTM terbatas apabila ditemui adanya indikasi kasus terkonfirmasi Covid-19.

Harus segera melapor ke dinas pendidikan maupun puskesmas terdekat untuk diambil tindakan lebih lanjut.

"Kami pun berharap, kepada sekolah, siswa, dan keluarga agar mau bekerja sama untuk hal ini. Misalnya, ada murid atau guru yang kondisi badannya kurang sehat diperbolehkan untuk tidak mengikuti PTM dulu. Begitupun, lingkungan keluarga apabila ada anggota keluarganya yang terpapar Covid-19 harus segera melapor ke pihak sekolah. Agar, PTM tetap kondusif dan aman," ujarnya.

Ia menambahkan, apabila terjadi kemungkinan buruk yakni ditemui klaster pada sekolah, pihaknya telah membuat skema sebagai penanganan sesuai dengan tingkat penularan.

"Kalau misalnya ada penularan klaster saat PTM, skema penanganannya tergantung kondisinya. Kalau misal terjadi di satu sekolah, ya cukup yang ditracing sekolah tersebut, PTM jalan terus. Namun , kami tetap mengikuti  rekomendasi dari satgas covid-19 Kabupaten berdasarkan kajian epidemologis Dinkes,"terangnya.

Melihat pelaksanaan PTM di Kabupaten Magelang yang berjalan lancar. Pihaknya tetap berencana akan menambah jumlah sekolah yang akan mengikuti pelaksanaan PTM.

"Benar, sejauh ini pelaksanaannya aman dan terkendali. Sehingga, tetap kami lakukan perluasan sekolah untuk melaksanakan PTM terbatas," urainya. (Tribunjogja/Nanda Sagita Ginting)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved