Jawa
Tak Ada Sebar Kue Apem pada Tradisi Ya Qowiyyu Jatinom Klaten, Ini Komentar Peziarah
Meski tradisi sebar kue apem ditiadakan, sejumlah warga masih berdatangan ke lokasi Makam Kiai Ageng Gribig dan Lapangan Sendang Plampeyan.
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Tradisi Yaa Qowiyyu di Kelurahan Jatinom, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah berlangsung secara virtual dan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.
Pada tradisi kali ini, panitia acara meniadakan sebar kue apem yang biasanya berlangsung di Lapangan Sendang Plampeyan.
Kendati demikian, ternyata sejumlah warga masih berdatangan ke lokasi Makam Kiai Ageng Gribig dan Lapangan Sendang Plampeyan yang manjadi lokasi puncak acara.
Dari pantauan Tribunjogja.com di lapangan, beberapa warga dan pedagang juga tampak masih berdatangan ke lokasi rutin pelaksanaan sebar kue apem tersebut.
Baca juga: Masih Pandemi, Tradisi Sebar Apem Yaa Qowiyyu Jatinom Klaten Libatkan Ojek Online
Namun jumlahnya tidak terlalu banyak.
Warga-warga yang datang tidak hanya warga Kabupaten Klaten, namun ada juga yang berasal dari Semarang dan Yogyakarta.
"Saya dari Semarang, ke sini sama keluarga 3 orang. Saya nggak tahu kalau kegiatan ini terbatas. Saya memang biasa ziarah ke makam," ujar Singgih (43) saat Tribunjogja.com temui di lokasi makam Kiai Ageng Gribig, Jumat (24/9/2021).
Selain berziarah, lanjut Singgih, dirinya juga ingin mengikuti grebek kue apem yang menjadi ciri khas dari tradisi Yaa Qowiyyu tersebut.
Namun, karena tahun ini grebek kue apem ditiadakan, Singgih hanya bisa pasrah dan mematuhi aturan yang berlaku.
"Ya gimana lagi, ikhlas saja. Minimal sudah bisa berziarah meski nggak ada gerebek apem," timpalnya.
Warga lainnya, Marzuki (53) mengaku setiap tahun selalu mendatangi Makam Kiai Ageng Gribig untuk berziarah.
Baca juga: Ratusan Santri di Jatinom Klaten Mulai Disuntik Vaksin Covid-19
"Saya tahu pelaksanaan terbatas, tapi saya hanya ingin ziarah. Tapi tadi belum bisa masuk ke komplek makam. Jadi nunggu dulu," ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Pengelola Pelestari Peninggalan Kiai Ageng Gribig (P3KAG) Daryanta mengatakan jika pelaksanaan tradisi Ya Qowiyyu berlangsung secara protokol kesehatan Covid-19 seperti tahun 2020 lalu.
"Sudah dua tahun ini berlangsung terbatas dan tidak ada grebeg apem. Ya qowiyyu tahun ini berlangsung ketat dengan protokol Covid," ucapnya.
Ia mengatakan, sebaran kue apem untuk tahun ini terdapat sekitar 5 hingga 6 ton kue apem yang dibagikan ke masyarakat melalui ojek online.
"Total tahun ini ada sekitar 5 atau 6 ton kue apem yang dibagikan melalui ojek online," ucapnya. ( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/tak-ada-sebar-kue-apem-pada-tradisi-ya-qowiyyu-jatinom-klaten-ini-komentar-peziarah.jpg)