Breaking News:

Masih Pandemi, Tradisi Sebar Apem Yaa Qowiyyu Jatinom Klaten Libatkan Ojek Online

Tradisi sebar kue apem pada perayaan puncak Ya Qowiyyu Jatinom Klaten tahun 2021 dilakukan dengan cara berbeda.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Almurfi Syofyan
Sejumlah ojek online yang dilibatkan dalam membagikan kue apem pada tradisi Yaa Qowiyyu Jatinom Klaten, Jumat (24/9/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Tradisi sebar kue apem pada perayaan puncak Ya Qowiyyu Jatinom Klaten tahun 2021 dilakukan dengan cara berbeda.

Jika tahun sebelumnya, kue apem ya qowiyyu dibagikan di lapangan Sendang Plampeyan, kali ini kue apem dibagikan ke warga melalui jasa ojek online.

Tujuan dari pelibatan ojek online tersebut untuk menghindari kerumunan dan mencegah munculnya klaster Covid-19.

Selain itu, perayaan puncak Ya Qowiyyu yang berlangsung secara sederhana tersebut juga dihadiri oleh sejumlah menteri.

Baca juga: DPRD Kabupaten Magelang Sepakat Sisa Pendapatan Rp8 Miliar untuk Penanganan Covid-19

Pantauan Tribun Jogja di lokasi sekitar pukul 13.00, tampak Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian  Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, hingga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tampak menghadiri kegiatan tersebut.

Sebelum menyebar kue apem, Menko Airlangga dan rombongan terlebih dahulu melakukan ziarah ke Makam Kiai Ageng Gribig yang berada persis di samping Masjid Gede.

Pelaksanaan ziarah berlangsung terbatas dan menerapkan prokol kesehatan Covid-19 yang ketat.

Setelah berziarah, selanjutnya Menko Airlangga dan rombongan serta Pengelola Pelestari Peninggalan Kiai Ageng Gribig melepas secara resmi pembagian kue apem dengan melibatkan ojek online.

"Ini tradisi tiap tahun, sudah berlangsung sejak 400 tahun. Tahun ini kita libatkan ojek online agar tidak terjadi kerumunan, sebelumnya kan ada grebek apem tahun ini ditiadakan dan diantar langsung ke masyarakat," ujarnya pada awak media di sela-sela pelepasan kue apem itu.

Menurut Airlangga, tradisi sebar kue apem yang diilhami oleh Kiai Ageng Gribig merupakan bentuk peningkatan ekonomi rakyat karena melibatkan masyarakat sekitar dalam membuat kue apem.

Baca juga: Hasil BRI Liga 1 2021 Sore Ini : Bali United Kalahkan Persita, Persipura Raih Kemenangan Perdana

Sementara itu, Sekretaris Pengelola Pelestari Peninggalan Kiai Ageng Gribig (P3KAG) Daryanta mengatakan jika untuk tahun ini terdapat sekitar 5 hingga 6 ton kue apem yang dibagikan ke masyarakat melalui ojek online.

"Total tahun ini ada sekitar 5 atau 6 ton kue apem yang dibagikan melalui ojek online," ucapnya.

Perwakilan ojek online Jarot Rinadi mengatakan jika tedapat 100 driver ojek online yang dilibatkan untuk menyebarkan kue apem ya qowiyyu tersebut.

"Total ada 100 driver, ini kita membagikan sekitar 1.000 paket kue apem ke masyarakat. Titik pembagian terserah saja yang penting ke masyarakat," jelasnya. (Mur)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved