Kriminalitas

Orang Tua Korban Klitih di Kotagede Tak Puas Atas Tuntutan 1 Tahun 7 Bulan Terhadap Terdakwa

Orang tua korban menilai luka di bagian wajah yang dialami korban akibat dilempar batu oleh pelaku sangatlah berat.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
pixabay.com / succo
Ilustrasi hukum 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Orang tua korban aksi pelemparan batu di Jalan Ngeksigondo, Kotagede, Kota Yogyakarta, Tony Wicaksono merasa tidak puas atas tuntutan yang dijatuhkan kepada pelaku berinisial KAP (15).

Pasalnya, luka di bagian wajah yang dialami KSW akibat dilempar batu oleh pelaku sangatlah berat.

"Saya pribadi sebagai orang tua korban tidak puas, karena wajah anak saya remuk tuntutannya segitu. Harapannya hakim dapat memutus melebihi tuntutan, dan harapan kami putusan hakim lebih tinggi dari putusan jaksa," katanya, saat dihubungi, Jumat (24/9/2021) siang.

Baca juga: BREAKING NEWS : Pelaku Klitih di Kotagede Dituntut 1 Tahun 7 Bulan Penjara oleh Jaksa

Tony mengatakan, kondisi KSW saat ini masih mengalami trauma semenjak insiden penyerangan itu terjadi.

"Trauma masih, untuk pergi ke rumah teman tetangga kampung masih enggak berani," terang dia.

Dalam prossa sidang dakwaan beberapa waktu yang lalu, pelaku dijerat pasal  80 ayat 2 Juncto pasal 76 C UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Untuk dakwaan primernya, KAP telah membiarkan, dan atau melakukan, turut serta melakukan tindakan kekerasan terhadap anak yang tak lain adalah korbannya hingga mengakibatkan luka berat.

Sedangkan dakwaan subsider yang ditujukan kepada tersangka dijelaskan, yang bersangkutan dinyatakan telah melakukan tindakan kekerasan terhadap anak.

Baca juga: Ingin Beri Efek Jera Kepada Pelaku Klitih, Keluarga Korban Penyerangan di Kotagede Tolak Diversi

Untuk agenda sidang terdekat, PN Yogyakarta akan menggelar sidang peradilan anak dengan agenda pembacaan pledoi dari terdakwa.

"Kami menunggu petunjuk dari PH terkait egande sidang pledoi ke depan," terang dia.

"Pledoi itu urusan terdakwa. Namun yang pasti saya sebagai orang tua korban berharap pledoi yang disampaikan jangan sampai melukai hati anak saya," pungkasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved