Breaking News:

Putus Penularan Covid-19, BIN Distribusikan 107 Ribu Dosis Vaksin di 10 Provinsi 

Badan Intelejen Negara (BIN) kembali memggelontorkan 107 ribu dosis vaksin Covid-19, untuk 10 provinsi sekaligus, pada Kamis (23/9/2021) siang.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
istimewa
Presiden Joko Widodo saat meninjau pelaksanaan vaksinasi massal yang digelar BIN, di Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (23/9/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM - Badan Intelejen Negara (BIN) kembali memggelontorkan 107 ribu dosis vaksin Covid-19, untuk 10 provinsi sekaligus, pada Kamis (23/9/2021) siang. 

Kesepuluh provinsi yaitu, Jawa Tengah, Jawa Timur, Riau Sumatera Utara, Lampung, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, sampai Maluku. Kalangan pelajar dan masyarakat pun dijadikan sasaran vaksinasi, baik secara massal, maupun door to door. 

Sementara Presiden Joko Widodo dan Kepala BIN Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan menghadiri agenda tersebut, di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Selain vaksinasi, BIN membagikan pula bantuan sosial, serta vitamin. 

Baca juga: QR Code Tak Kunjung Dikirim, Belum Ada OPD di DIY yang Manfaatkan Aplikasi PeduliLindungi

Budi Gunawan menegaskan, program vaksinasi massal dan door to door yang terus dilakukan BIN ini, bertujuan untuk memotong risiko besar. Yakni, potensi adanya kantong-kantong daerah, dengan tingkat vaksinasi rendah. 

"Padahal, lewat vaksinasi, kita dapat memutus mata rantai penularan, menurunkan laju kasus, dan mengurangi risiko fatal (kematian) jika terinfeksi Covid-19," ujarnya. 

BIN memprediksi, jikalau September 2021 kasus Covid-19 tidak melonjak, dalam artian kasus positif harian di kisaran 5 ribu, hingga 7 ribu, dan vaksinasi nasional mencapai 1,5 juta juta per hari, maka transisi pandemi menuju endemi dapat dimulai pada kisaran Januari 2022 mendatang. 

Baca juga: Merapi Park di Sleman Gelar Uji Coba Terima Kunjungan Wisatawan 

"Namun jika kasus harian kembali naik, kisaran 15 ribu, sampai 20 ribu per hari, dan pelaksanaan vaksin booster itu baru di Februari 2022, maka transisi kemungkinan baru bisa dimulai pada April 2022," tandas Budi Gunawan. 

"Sehingga, kami sangat berharap peran serta dari seluruh warga masyarakat. Tidak hanya dalam program vaksinasi, tapi juga disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan. Jangan sampai lengah itu," pungkasnya. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved