Prediksi Ahli Terkemuka Dunia soal Kapan Pandemi Covid-19 Mereda

Menurut penemu vaksin Oxford-AstraZeneca, Prof Dame Sarah Gilbert, Covid-19 tidak akan menjadi lebih ganas.

Tayang:
Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
Tribunjogja.com | Hasan Sakri
ILUSTRASI: Mural yang mengambarkan perjuangan melawan virus Covid-19 agar pendemi segera berakhir 

Seperti yang kita lihat dengan virus lain, orang tua dan mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah akan tetap berada pada risiko yang lebih besar.

Itulah sebabnya mereka kemungkinan akan ditawari vaksinasi ulang di tahun-tahun mendatang.

Ini tidak berarti tidak akan ada kematian akibat Covid di masa depan tetapi akan mencapai tingkat yang dianggap dapat diterima oleh masyarakat.

Namun yang menjadi pertanyaan besarnya adalah adalah seberapa cepat kita sampai di sana.

Indonesia nomor 7 soal korban Covid

Menurut Worldometers.com per Kamis 23 September 2021, jumlah total kematian akibat Covid-19 I seluruh dunia mencapai 4.734.567 kasus.

Dari jumlah itu, Amerika Serikat adalah negara dengan kasus kematian tertinggi yang mencapai 699.748 kasus.

Kemudian Brasil di posisi kedua dengan total kematian sebanyak 592.357, disusul India di peringkat ketiga untuk kasus kematian yang mencapai 446.080.

Sementara itu, Indonesia berada di urutan ketujuh untuk total kasus meninggal dunia akibat virus Corona yang mencatatkan sebanyak 141.114 kasus.

Sedangkan negara tentangga Malaysia di urutan 31 dalam hal tingkat kematian Covid-19 dengan total 24.565 kasus.

Singapura bahkan di peringkat 177 dunia dengan total korban meninggal sebanyak 68 orang.

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved