Tiga Obyek Wisata di Bantul Diizinkan Gelar Uji Coba Selama PPKM Level 3

Tiga Obyek Wisata di Bantul Diizinkan Gelar Uji Coba Selama PPKM Level 3

Penulis: Santo Ari | Editor: Hari Susmayanti
IST
Hutan Pinus Pengger Bantul 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menambah destinasi wisata di Kabupaten Bantul yang diperbolehkan untuk menggelar uji coba pembukaan selama PPKM Level 3.

Jika sebelumnya hanya Hutan Pinus Sari Mangunan yang diperbolehkan untuk menggelar ujicoba, kali ini Kemenparakraf menambah dua destinasi yakni Seribu Batu dan Hutan Pinus Pengger.

Dengan penambahan tersebut, total ada tiga destinasi wisata di Kabupaten Bantul yang diperbolehkan menggelar uji coba selama PPKM level 3.

Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo menyatakan bahwa secara prinsip, persiapan untuk menerima kunjungan di  dua obyek wisata tersebut sudah baik.

"Secara prinsip yang tinggal kapan perintah saja. Jadi insyaallah sesuai dengan standarisasi yang dipersyaratkan dua obyek wisata ini juga sudah memenuhi," ujarnya Rabu (22/9/2021).

Namun demikian, pihaknya saat ini juga telah mengusulkan Pantai Parangtritis agar dapat dilakukan uji coba pembukaan.

Pantai Parangtritis dinilai sudah layak untuk menerima kunjungan wisatawan.

"Sudah dari Senin kemarin kita sudah ajukan ke Pak Menteri, dengan pertimbangan di kawasan pantai selatan masyarakatnya sudah tervaksin semua, dan sekarang sudah tahap kedua," terangnya.

Baca juga: Capaian Vaksinasi di Bantul Dinilai Masih Rendah, Ini Tanggapan Dinas Kesehatan Bantul

Baca juga: Dispar Kulon Progo Ajukan QR Code Aplikasi PeduliLindungi Untuk di 32 Destinasi Wisata

Terlebih saat ini pembukaan kawasan wisata pantai sangat diharapkan oleh masyarakat di sana.

Pandemi Covid-19 dan pembatasan saat PPKM telah berdampak pada perekonomian warga di pantai selatan.

"Jadi sebagian besar pelaku wistawa pantai selatan itu mata pencahariannya ya di pariwisata. Beda dengan di beberapa desa wisata, sebelum aktif di desa wisata, mereka ada yang bekerja sebagai petani, kerajinan dan lain.

Sehingga dalam pandemi ini mereka bisa sedikit bertahan dengan kegiatan lainnya. Tapi kalau di pantai selatan sekalipun tidak 100 persen, tapi rata-rata hidupnya menggantungkan dari sektor pariwsata," terangnya.

Ia mengungkapkan, ketika ada pembatasan kunjungan wisatawan dalam PPKM ini, timbul berbagai masalah perekonomian di tingkat bawah.

Kwintarto pun mengaku mendapat banyak keluhan masyarakat di kawasan pantai selatan.

"Sejak beberapa bulan lalu mereka mengeluh, tabungannya sudah habis, asetnya sudah mulai dijual, mengenaskan kan?" ujarnya.

Usulan dibukanya Pantai Parangtritis ini juga sesuai dengan permintaan Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih.

Terlepas apakah dikabulkan atau tidak oleh pusat, Kwintarto menilai apa yang dilakukan Bupati sangat manusiawi sekali dan memperhatikan kesulitan yang dialami masyarakat.

"Tapi karena beliau adalah pejabat yang patuh juga, beliau juga tidak melanggar, artinya sebelum ada izin, Bantul secara resmi belum berani membuka destinasi di luar yang diuji coba," tandasnya.  (Tribunjogja/Santo Ari)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved