Jalan Kaki 30 Jam ke Kiwirok, Pasukan TNI Polri Terlibat Kontak Senjata dengan KKB Papua 4 Kali

Jalan Kaki 30 Jam ke Kiwirok, Pasukan TNI Polri Terlibat Kontak Senjata dengan KKB Papua 4 Kali

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
Salah satu bangunan yang dibakar KKB di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Senin (13/9/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, PAPUA - Perjuangan berat harus dihadapi oleh 35 prajurit TNI Polri yang tergabung dalam Satgas Nemangkawi saat berusaha masuk ke wilayah Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang Papua pada Sabtu (18/9/2021) lalu.

Selain harus berjalan kaki selama 30 jam menyusuri medan yang berat, prajurit TNI Polri juga harus menghadapi serangan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua yang melakukan penyerangan.

Setidaknya Satgas Nemangkawi terlibat empat kali kontak senjata dengan KKB di sejumlah titik.

Beruntung, hadangan dari KKB tersebut berhasil diatasi oleh pasukan TNI Polri sehingga mereka akhirnya bisa sampai di Kiwirok pada Minggu (19/9/2021) malam.

Kedatangan pasukan gabungan TNI Polri ke Kiwirok ini merupakan upaya dari aparat menjaga keamanan di salah satu distrik di Kabupaten Pegunungan Bintang tersebut.

Mereka ditugaskan ke Kiwirok setelah sepekan terakhir ini teror yang dilakukan oleh KKB Papua semakin menjadi.

KKB Papua pimpinan Lamek Taplo melakukan teror dengan menyerang petugas, nakes dan membakar sejumlah fasilitas umum.

"Pasukan sudah tiba di Kiwirok tadi malam (19/9/2021), mereka jalan 30 jam," ujar Direskrimum Polda Papua Kombes Faizal Ramadhani saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (20/9/2021) seperti yang dikutip Tribunjogja.com dari Tribun-Papua.com.

Saat tiba di Kiwirok, Satgas Nemangkawi terlibat kontak senjata dengan KKB.

"Pasukan terlibat kontak senjata di empat titik di Kiwirok," kata dia.

Baca juga: Detik-detik Prajurit TNI Polri yang Mengevakuasi Jenazah Suster Gabriella Ditembaki KKB Papua

Baca juga: Koopsgab TNI Evakuasi Nakes dan Prajurit yang Terluka Dalam Serangan KKB di Kiwirok ke Jayapura

Faizal menekankan, tugas utama Satgas Nemangkawi adalah menguasai keadaan di Kiwirok dan memukul mundur KKB yang masih berada di sekitar daerah tersebut.

"Mereka masih ada sekitar tiga kilometer dari Kiwirok," kata Faizal.

Sebelumnya, kontak senjata antara personel TNI Satgas Pamtas 403/WP dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terjadi di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Senin (13/9/2021) pagi.

Akibat kejadian yang berlangsung sekitar empat jam tersebut, seorang anggota TNI mengalami luka tembak di bagian tangan dan sejumlah fasilitas umum dibakar.

"Senin, pukul 09.00 hingga 13.15 WIT, di Distrik Kiwirok telah terjadi kontak tembak antara personel Pos Kiwirok Satgas Pamtas 403/WP dengan KKB Ngalum-Kupel pimpinan Lamek Taplo dan aksi pembakaran fasilitas umum serta pemukiman warga," ujar Dandim 1715/Yahukimo, Letkol Christian Irreuw, melalui pesan singkat, Senin.

Fasilitas umum yang dibakar KKB adalah Puskesmas Kiwirok, Kantor Bank Papua Perwakilan Distrik Kiwirok, Kantor Distrik Kiwirok, Sekolah Dasar Kiwirok, dan Pasar Kiwirok.

Akibat aksi KKB di Kiwirok, satu tenaga kesehatan tewas, empat lainnya terluka, dan masih ada satu mantri yang hilang.(*)

Sumber: Tribun Papua
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved